Sunday, November 22, 2015

1001 BMI Terbebas Dari Sistem Online

Aku punya teman baru. Namanya Imud, ia baru 1 bulan di HongKong. Orangnya bener-bener imut sesuai dengan namanya. Imud berasal dari Malang Jawa Timur, Suaminya telah meninggal 3 tahun yang lalu. Kini, Ia tinggal bersama ibu dan ketiga anaknya. Untuk menghidupi keluarga Imud berusaha banting tulang dengan mendirikan sebuah toko. Namun dari hasil penjualan dagangan toko tersebut tidak mendapatkan keuntungan banyak, malah membuatnya dililit hutang rentenir dan juga tetangga. Oleh karena itu Imud memutuskan pergi keluar Negeri Hong kong melalui PT.

Setiba di Hong Kong, Ia dijemput oleh Agen dan kemudian dibawa untuk tanda tangan potongan 7 bulan. Satu hari setelah tinggal di Agen, Imud diambil majikan untuk bekerja dirumahnya. Mayoritas buruh migran di HK bekerja di sektor Rumah Tangga begitu juga dengan Imud. Awal mula kerja dirumah majikan Imud kurang memahami bahasa membuat misskomunikasi dengan majikan, oleh karena itu membuat Imud kerap mengalami penyiksaan: dipukul, dijiwit, ditendang dsb. 

Pada suatu hari Imud dipukul majikan berkali-kali, Ia tidak berani membantah ataupun melawan karena tidak bisa bahasa dan juga telah di doktrin oleh PT untuk tidak menentang.
Ketika waktu luang, Imud segera mengambil hp untuk melaporkan kejadian tersebut terhadap kami. Serentak aku dan kawan-kawan meyankinkan Imud untuk melawan. Melalui short message (SMS) kutuliskan " lei mou ta ngo, ngo wui poking" artinya jangan pukul saya, saya akan lapor polisi. Kemudian pesan itu ditulis dikertas, lalu dibacakan ke majikan. Karena tidak tahu nada dalam bahasa kantonis maka dibaca layaknya baca puisi. Majikan yang merasa tahu tentang hukum akhirnya meminta maaf tidak berani lagi memukul.

Ketika sore datang mendekati magrib tibalah waktunya makan malam secara otomatis Imud harus memasak. Majikan yang super resek dan bawel ini sudah belanja ke pasar membeli ikan. Namun, barang belanja yang dia beli ketingalan di pasar. Akhirnya majikan menyuruh Imud mencari barang tersebut. Dalam kebingungan Imud telp salah satu sahabatnya, yang kerap disapa koko untuk mengarahkannya. Setelah bolak balik dari rumah ke pasar 3 kali tetap  tidak ketemu. Lalu majikan menyuruh imud untuk mencari di supermarket, ternyata barang tersebut tertinggal disana.

Ada kejadian lucu yang dialami Imud. Ketika itu handphone belum dimatikan oleh Koko. Begini bunyi percakapan antara dia dan majikan.
Majikan: Kaka lei ko pengkon seksai mei a?. cungyao moa? artinya kakak snack mu sudah habis apa belum? masih ada tidak?
Imud : Yao a ( masih ada)
Majikan : lei cung yiu emyiu a ( kamu masih mau lagi?)
Imud : Yiuuu... ( mau).
Setiap pertanyaan yang dilontarkan selalu diambil bagian yang belakang. serentak membuatku tertawa. Hal ini mengingatkanku ketika pertama kali datang ke Hong Kong dan sering mendapatkan komplin karena bahasa. Dalam batinku masih untung si Imud punya HP dan juga bisa komunikasi dengan kami, jika tidak?

Seusai potongan 7 bulan, Agen sibuk menelepon majikan untuk menganti PRT baru dengan harga diskon dalam arti majikan gratis mengambil PRT baru jika Ia memulangkan Imud. Majikan nakal ini akhirnya menurut sama Agen, lalu Imud di terminit. Imud tidak putus asa demi Ibu dan ke 3 anaknya Ia berusaha mencari majikan baru. Namun Ia mendapatkan di Agen lain. Dengan semangat Ia pun tanda tangan kontrak baru dan tinggal nunggu proses visa. Ketika dokumen masuk Konsulat disitulah diketahui bahwa imud tidak boleh pindah Agen sebelum finis kontrak 2 tahun yang disebut Sistem Online. Dan jika tetap ingin pindah Agen maka harus membayar Agen lama sebesar HK $3000 untuk keluar dari PT yang memberangkatkan.

Malang benar nasib Imud setelah potongan Agen 7 bulan, Ia masih akan dipotong HK$3000 lagi, belum lagi membayar biaya agen untuk mendapatkan majikan baru. 
Sambil menangis Imud bercerita kepada kami untuk mencari solusi. Dan kami menyarankan untuk membuat surat pemutusan dengan PJTKI yang memberangkatkan. Dengan cara mengirim surat lewat pos teregister. Surat tersebut ditujukan kepada direktur PJTKI dan di tembuskan ke BNP2TKI dan Kemenaker.

Dan setelah itu menunggu surat balasan yang nantinya akan dijadikan sebagai bukti ke KJRI, PT dan Agen. Setelah semua saran dilakukan, dengan senang hati Imud datang ke kami mengungkapkan rasa bahagia karena terbebas dari Sistem Online.
#TheEnd