Thursday, March 27, 2014

BMI-HK Dukung Satinah

   Ibu Satinah adalah seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) berasal dari Semarang yang bekerja di Timur Tengah. Saat ini dia sedang menunggu hukuman pancung yang 7 hari lagi akan merenggut nyawanya. Satinah mengaku bersalah telah membunuh majikan. Bukan keinginan Satinah untuk membunuh. Namun, karena Ia kerap mendapatkan siksaan dari majikan perempuan dan dituduh mencuri uang yang tidak sedikit jumlahnya.

  Hukum di Arab memang kejam. Nyawa dibayar dengan Nyawa. Satinah bisa dibebaskan dari hukuman jika mau membayar uang ganti darah (Diyat) sebesar 7 juta riyal atau 21 Milyar.

   Kasus Satinah adalah salah satu contoh kegagalan pemerintah Indonesia dalam menyediakan lapangan kerja. Kasus Satinah juga menjadi satu contoh kegagalan pemerintah melindungi rakyatnya. Kebijakan pemerintah melalui UU no.39 tahun 2004 tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya ternyata tidak bertaji. Yang terlindungi bukanlah para buruh, tetapi para agen dan pengusaha (PJTKI).

      Selama ini buruh migran atau BMI, dikenal sebagai penyumbang devisa. Mereka juga disebut pahlawan devisa. Tatapi ketika para buruh mengalami kesulitan, pemerintah enggan membayar lunas tebusannya. Semua itu terbukti ketika pemerintah tidak bersedia membayar seluruh uang diyat. Pemerintah hanya bersedia membayar 4 juta riyal. Masih tersisa 3 juta riyal atau sekitar 9 Milyar yang harus ditanggung oleh pihak keluarga.

    Ekspor tenaga kerja ke luar negeri di Indonesia adalah penyumbang devisa terbesar ke dua setelah Minyak Bumi dan Gas Alam (MIGAS). Pendapatan devisa negara dari hasil 'ekspor manusia' bisa mencapai ratusan trilyun. Mengapa pemerintah tidak bersedia membayar keseluruhan diyat?
Untuk apa hasil devisa buruh migran selama ini? Keluarga Satinah adalah rakyat miskin yang berhak mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

"SAVE SATINAH".

  Melihat sikap pemerintah yang abai dan tidak serius dalam menangani kasus ini, kami ingin bergerak. Kami dari Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) bergabung dengan OI MERAH PUTIH-PILAR HongKong telah mengalang dana di lapangan rumput, minggu 23-maret-2014. Hal itu sebagai upaya menolong ibu Satinah agar mendapatkan keadilan dari hukuman pancung yang sedang mengancam nyawanya. Menurut jadwal, hukuman akan dilaksanakan pada 3 April 2014 mendatang. Dana yang sudah terkumpul di salurkan melalui Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI-HK) dengan jumlah total HK$3.853




   Terimah kasih kami ucapkan kepada BMI-HK yang rela memberikan dana untuk diberikan kepada Ibu Satinah dan juga ATKI-LABAS yang juga turut bersama dalam pengalangan dana.





Tuesday, March 25, 2014

Kisahku Menjadi Buruh Migrant Di Hong Kong

    Sepuluh tahun silam. Ya, 10 tahun silam. Aku harus mengingat 2003 dimana awal saya merantau. Di awal saya menjadi buruh migrant. Tidak pernah terlintas sama sekali keinginan menjalani kehidupan seperti ini. Apalagi Ibukupun juga pernah menjadi seorang Buruh Migrant di singapura. Entah ini faktor keturunan atau karena faktor lain yang memaksa. Yang pasti karena kemiskinan.

   Setelah lulus Sekolah Menengah Umum (SMU), aku ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Biaya uang gedung yang sangat mahal membuatku harus menepis keinginan itu. Dengan harapan besar dapat mengumpulkan biaya untuk kuliah, Aku memasuki gedung megah nan luas terletak di Singosari-Malang berlabelkan PT.ASRI CIPTA TENAGA KERJA. 'Deg' detak jantungku. Begitu menginjakkan kaki di pintu utama, darahku mengalir deras karena terkena hawa AC yang dingin. "Aku pasrah dengan hidup matiku kelak," batinku.

   Tujuh bulan sudah waktu berlalu. Hingga tibalah saat visaku turun dan akupun siap untuk diterbangkan ke Hong Kong. Aku berangkat menggunakan pesawat Cathay Pacific dari bandara surabaya. Seperti yang lainnya, aku berangkat lengkap dengan seragam dan tas tenteng. Seragam ini bukan pemberian gratis tetapi kami diwajibkan membeli di PT. Aku telah siap meningalkan Indonesia. Ting-tong suara bel pemberitauan pemberangkatan pesawat menuju Hong Kong telah dibunyikan. Akupun bergegas untuk naik. Perjalanan ditempuh selama 4 jam.

   Agen sudah menunggu kedatanganku. Setelah berjumpa, pertama-tama dibawanya aku ke asrama, kemudian ke kantor imigrasi untuk membuat KTP. Perjalanan dilanjutkan dengan melakukan penandatanganan perjanjian utang.

   Sepanjang perjalanan agen berpesan, "jika bertemu siapapun, baik orang Indo atau Cina, kalau ditanya tentang gaji kamu harus jawab 3270 dolar HK. Jika tidak, kamu akan di penjara." Mendengar kata penjara pikiranku sudah tidak karuan. Rasa takut mulai menimpaku. Apalagi dengan berbagai ancaman yang lain, agen membuatku harus tunduk dengan segala perintahnya. Dokumen pribadi seperti paspor, surat kontrak, dan buku labour yang dibagikan saat tiba di bandara HK juga diminta olehnya.

   Selang 2 hari majikan menjemputku. Dengan mengendarai mobil warna biru yang didalamnya sudah ada 2 orang anak, perempuan dan laki-laki. Yang perempuan berumur 9 tahun dan yang laki-laki 6 tahun. Merekalah yang akan aku rawat.

   Perjalanan begitu singkat dari Yuen Long tempat Agen ke Tuenmun tempatku bekerja. Sepanjang perjalanan kutemui gedung-gedung pencakar langit yang tinggi dan megah. Semua ini belum pernah aku lihat. Kerlap-kerlip lampu jalanan begitu indah. Dalam batinku, "inilah HongKong begitu elok yang bisa memikat ribuan buruh migran dan enggan untuk mengunjungi rumah seperti Sarmini, tetanggaku."

   Setiba di rumah majikan ternyata juga ada bobo. Maka, memasak, belanja, merawat anak, antar jemput sekolah, merawat orang tua, cuci mobil, dan bersih-bersih adalah job yang harus aku kerjakan. Semuanya sesuai dengan jadwal kerja yang telah tersusun. Hari-hariku kulalui tanpa istirahat.

   Ada satu pengalaman lucu ketika aku baru tiga hari bekerja. Nyonya mengundang tamu untuk makan bersama setelah sembahyang. Ia menyuruhku untuk bikin sup jagung, wortel, kubis dan daging. "Po liong ko cung" perintahnya sambil berlalu yang artinya rebus selama 2 jam. Karena pemahaman bahasaku masih minim dan bingung apa arti yang ia katakan maka semua bahan hanya aku rebus 20 menit. Alhasil masakan kurang matang telah jadi santapan Nyonya di depan para tamu.

   Ada juga kisah pilu. Setelah selesai potongan agen 7 bulan, aku digaji underpay 2.000 dolar, dan juga tidak dikasih libur. Pernah sekali aku merengek minta libur, gajikupun dipotong 200 dolar. Genap 10 bulan aku di interminit secara mendadak. Aku hanya disuruh tanda tangan agen yang isinya majikan telah membayar semua biaya interminit, gaji dan uang ganti libur. Namun semua uang tersebut di bawa oleh agen dan aku hanya tanda tangan saja, lalu diantar ke bandara hingga gate masuk.

   Aku telah dibodohi oleh agen dan oleh PT. Pemerintah Indonesia tidak melakukan apa-apa. Hukum yang ada bukannya melindungi kami, malahan menekan kami. Bahkan upah kerja kamipun dirampas.

    Kini aku belajar berorganisasi melalui BTM-PILAR. Di sini aku belajar mengetahui dan memahami hak-hak buruh migran. Hasil belajarku akan kusebarluaskan kepada setiap buruh migran di seluruh penjuru Hong Kong. Harapanku hanya satu, yaitu agar tidak ada lagi yang mengalami hal serupa seperti yang pernah aku alami.

Monday, March 24, 2014

EYD DI BTM

Minggu, 23 Maret 2014, kini giliran BTM ( Beringin Tetap Maju ) untuk latihan kepenulisan. Acara yang cukup singkat tapi bermanfaat. Kali ini yang menjadi pembimbing adalah Fera nuraini dan Romo waris.

Acara ini diadakan dimarkas BTM, tepatnya di dekat prau - prauan Causeway Bay, dimulai pukul 11.00 - 14.00 dan dihadiri 25 orang peserta yang termasuk anggota BTM dan juga massa luar yang ikut bergabung.

Menurut Romo Waris menulis itu mengembangkan apa yang ada dalam pikiran kita dan biarkan dia mengalir. Ketika masih dalam tahap pembelajaran kita jangan takut untuk menulis.

Sedangkan menurut Fera Nuraini  menulis itu seperti memasak, kita harus menyiapkan bahan - bahan terlebih dahulu agar saat menulis kita bisa tahu alur dan isi dari tulisan tersebut. Selain itu menulis  juga bisa dijadikan terapy.

Dalam menulis kita mempunyai karakter sendiri - sendiri, ada yang lebih suka menulis berita, kisah, humor, namun sering kita lupa memperhatikan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan). Seperti penulisan huruf besar , tanda koma , tanda titik, Dan hal inilah yang sering di keluhkan bagi pemula contohnya : saya sendiri ....hahahahah..

Setelah selesai acara di tutup, di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman saat menulis.

Harapan kami setelah di adakan training kepenulisan ini, kami bisa menulis dengan baik dan lebih semangat lagi,  tidak merasa minder dengan apa yang telah kita tulis .

Semoga program training kepenulisan ini bisa menjadi acara rutin dari kami .

salam kompak selalu dari BTM


Korban potongan 7 bulan

Hong Kong, tujuan negara yang kupilih setelah sebelumnya saya bekerja di negara Singapura. Waktu itu setelah lulus sekolah di sebuah SMK di kota Ponorogo. Perkenalkan saya Ian tapi kawan-kawan lebih akrab memanggil Reyge sesuai nama di facebook saya. Saya BMI Hongkong yang bekerja mulai tahun 2004. Pertama kali masuk kerja di majikan yang tinggal di daerah Tsim Sha Tsui Hong Kong. Sebenarnya saya sudah bisa menyesuaikan dan beradaptasi. Khususnya dengan keluarga majikan dan kelihatan baik-baik saja. Libur penuh sebulan 4 kali serta publik holiday. Tapi entah mengapa saat terakhir pembayaran utang potongan 7 bulan di Bank Niaga selesai saya dipulangkan ke ejen atau tepatnya di interminit. Tanpa banyak tanya uang sisa gaji dan tiket saya terima karena harus kembali ke PT lagi di Indonesia. Waktu itu saya di carikan majikan lagi dan kata agen harus menunggu visa di Indonesia. Kalau ingat kejadian ketika itu saya sendiri menurut saja di lempar kesana kemari seperti barang dagangan. Tapi jika dipikir secara logika timbul juga pertanyaan apakah karena saya yang bodoh karena tidak mengetahui aturan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Hong Kong, atau memang tahun 2004 sistem nya begitu. Setiap BMI yang diinterminit langsung pulang ke PT dan contohnya kawan-kawan ku memang seperti itu.

Akhirnya sampai di PT saya memulai lagi belajar sambil menunggu visa turun. 3 bulan kemudian ada panggilan untuk bisa bekerja kembali ke Hong Kong. Bahagia sekali saat itu. Dalam fikiran saya hanya bisa mencari uang demi keluarga. Ibu dan Bapak dengan ikhlas melepas kepergian walau hanya lewat telpon umum atau biasa disebut Wartel. Mungkin ada dari kawan-kawan pembaca pernah mengalami kejadian ini?

Setibanya di Bandara yang kedua kalinya, perasaan canggung dan takut sudah mulai berkurang. Agen yang baru langsung menjemput dan mengantar saya tes kesehatan. Setelah 3 hari di agen barulah keluarga majikan baru saya yang tinggal di Taipo New Teritories menjemput untuk memulai bekerja. Ternyata majikanku adalah orang yang cukup kaya. Lebih kaget lagi ternyata sudah ada satu pembantu lain yang sudah setahun bekerja di sana. Yang pasti terkejut itu karena setauku tidak ada keterangan dari pihak PT bahwa ada 2 pembantu. Tapi majikanku kelihatannya baik hati akhirnya saya bungkam. Ya sudahlah. . .
Rumahnya lumayan besar. Rumah 3 tingkat dengan taman, dan tempat jemuran di lantai ke 4. Lengkap dengan kura-kura dan juga aquarium ikan hias. Lantai paling bawah di tempati kakek nenek dan juga keponakan majikan perempuan yang baru sekolah Secondary School. Lantai kedua ditempati anak pertama majikanku yang berumur 18 tahun. Kamar pembantu juga terletak di lantai kedua ini. Lantai ketiga adalah rumah majikanku bersama kedua anak-anaknya yang berumur 2 dan 5 tahun. Tapi semua saya jalani dengan lancar dan tidak ada masalah. Potongan 7 bulan kembali saya selesaikan dengan ikhlas. Hanya saja setelah kontrak kedua selesai, saya memutuskan untuk mencari pengalaman baru dengan mencari majikan baru karena di majikan ini libur ku cuma sebulan sekali.

Setelah di majikan baru di daerah shatin saya mulai bisa menikmati libur sebulan 4 kali walaupun terkadang hari sabtu. Sampai finish kontrak pertama saya mengambil cuti pulang indonesia. Saat pertama KTKLN mulai terdengar tapi saya lolos di bandara tanpa kartu itu. Kontrak keduapun tak ada masalah selama di majikan dan mulai mengenal Organisasi Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) Hong Kong.

Dari pengalaman itu, saya merasakan kejanggalan dengan potongan 7 bulan saya menjadi 14 bulan. Bodoh sekali.

Manfaat berorganisasi bagi saya benar-benar terasa. Mengetahui hak-hak kita sebagai BMI sangatlah penting.

Semangat buat kawan-kawan semua, jangan ragu untuk bergabung di Organisasi yang memperjuangkan hak-hak BMI.

We are worker, We are not slave.



Bekerja Dua Rumah Itu Menyalahi Aturan

2004, Saya tiba di Negara bethon yang terkenal dengan aktor Jacky chan, yaitu Hong Kong. Dimana Negara ini adalah Negara kedua saya mencari nafkah setelah saya bekerja di Singgapore.

Sampai di bandara Hong Kong, jam 2 siang, saya di jemput salah satu staf agen dari Megasie, tempatnya di Biulding Sugar street Cousewa Bay. Sambil menunggu jemputan sang majikan saya di suruh duduk di rungan kecil, tanpa teman dan dengan pesan jangan main telpon genggam, saat di panggil staf harus bilang yes mom, kalau mau keluar ke kamar mandi harus minta ijin staf dulu. "Iya" semua jawabku.

Jarum jam menunjukkan pukul 05.00 pm. Saya di panggil staf suruh bawa tas rangsel saya, ternyata Mr Lam, majikan laki-laki saya yang menjemputku. Sambil interview di dalam MTR (Mass Tranportasion Rail) sebutan jawanya naik sepur, menuju alamat rumah yang di cantumkan yaitu di Hang Fa chuen. Dari menanyakan sudah makan atau belum sampai pengalaman kerja saya sebelumnya. Dan Mr Lam dengan bahasa inggrisnya, I Choose you becouse you can speek in english and experience take care two children, yang artinya aku memilih kamu karena pengalaman kerja menjaga anak dan kamu bisa bahasa inggris.

Sesampai di rumah majikan saya di kasih jadwal kerja dan harus menulis jam berapa aku selesai jam berapa pula aku mulai melakukan aktifitas kerja, majikan perempuan saya seorang guru, majikan laki-laki saya pegawai Imigrasi. Job saya yang tercntum di kertas hijau atau sering di sebut kontrak kerja yang isinya yaitu di rumah ada 2 orang dewasa dan menjaga 2 anak perempuan semua. Dan di dalam kontrakku tidak tercantum bekerja di rumah Popo setiap jam 3 sampai malam.

Tiga minggu sudah saya bekerja di rumah majikanku, dengan aktifitas pagi harus ngantar anak sekolah dari Hengfa chuen ke fortress Hiil tempat sekolah anak-anak sepulang ngantar sekolah harus membersihkan rumah, dan di sore harinya sampai malam saya harus kerumah Popo/ibu dari majikn perempuan, di Chaiwan Lokhinterece tepatnya, untuk membantu memandikan dan masak malam di rumah neneknya. Senang saja karena ini perintah majikan dan dalam pikiran saya selagi saya nurut apa yang majikan perintahkan, majikan pasti baik dengan saya. Tapi nurutpun aku tetap jadi tempat amarah majikan saya.

Dengan aturan majikan yang tidak boleh memakai bahasa kantonis, untuk bahasa sehari-hari dengan anak asuhku. Dengan model tomboy aku sering di panggil koko sama anak asuhku tapi setiap ketahuan sama majikanku pasti kita bertiga dapat hukuman berdiri di dekat pintu dapur, selama setengah jam lebih. Begitu juga saat saya keceplosan ngomong dengan bahasa kantonis contohnya" mumui lei faiti co kungfo, dan saat itu juga terdengar sama majikanku saat itu juga, saya di suruh menulis kata-kataku tadi dalam bahasa inggris 3 lembar folio bolak-balik. Saya sering dapat hukuman lainnya selama 1 tahun di majikan ini.

Hak liburku yang di sunat yang seharusnya full, pagi saya harus membatu pekerjaan di rumah nenek jam 3 sore baru keluar rumah dan jam 7 malam harus sudah menyiapkan makan malam mereka. Bukan hanya pekerjaan rumah saja, yang harus saya tulis setiap harinya tapi juga kemana saya libur jam berapa, sama siapapun saya harus menulis dan tulisan itu harus dikasihkan sama majikan. Saya mengeluh merasa tidak punya kebebasan dalam liburku, dalam batinku tidak bekerja, tidak libur saya harus menjadwal diri. Unhappy itu pasti dan berkepanjangan. Kerjaan kena cacat terus dan selalu tidak ada benarnya walaupun saya harus melakukan  pekerjaan itu seperti lari estafet.

1 tahun 10 bulan saya memutuskan kontrak, alasanku karena terlalu capek hati dan pekerjaan. Saat itu saya belum mengenal banyak teman karena libur saya setengah hari kadang sabtu, kadang minggu bahkan hari biasa.  Setelah saya keluar dari majikan dan saya kembali ke agen untuk mencari majikan lagi saya di sarankan agen untuk menunggu visa di Macau.

Saat saya di macau saya kenal dengan seorang teman dari organisasi dan saya di ajak bergabung di organisasi akhirnya setelah saya kembali ke Hong Kong saya benar ikut kegiatan di organisasi. Dari belajar memahami hak dan perturan hukum di Hong Kong.

Setelah sadar hukum, kalau ingat saya di perlakukan majikan seperti itu rasanya tidak terima. Tapi setelah saya di organisasi saya paham bahwa saya di pekerjakan seperti itu ilegal dan tidak boleh, karena di job kerjaku merawat 2 anak dengan alamat Heng Fa chuen. Tapi saya harus kerja dua rumah yang satu itu bukan job saya.

Pentingnya berorganisasi itu, tidak hanya untuk berkumpul dengan teman saja, ternyata bisa membuat diri kita sendiri paham apa yang seharusnya menjadi hak kita. Selain itu bisa membantu menyarankan kawan-kawan kita yang berkasus lainnya.

Pengalaman adalah guru terhebat bagi diri sendiri. Dan bagi kawan-kawan yang belum berorganisasi mari gabung bersama kami di Organisasi BTM- PILAR.

Semangat kak Sumber itu dukungan dari kawan-kawan.

3 Jam Bersama BTM-PILAR

Begitu semangat para anggota BTM-PILAR hari ini Minggu, 23 Maret 2014 pukul 11-14 siang. Mulai dari pagi terlihat mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti training kepenulisan bersama Romo Waris dan Fera Nuraini.

Memang dari seminggu sebelumnya kegiatan ini sudah kami nantikan. Sebagian yang sudah berkumpul di tempat acara tepatnya di dekat prau-prauan Cosway Bay menyempatkan diri sarapan pagi bersama.

Belajar menulis bersama yang dihadiri 25 anggota BTM sendiri dan kawan-kawan BMI dari luar organisasi ini dimulai dari perkenalan diri. Setelah itu acara dimulai. Romo Waris dan Fera Nuraini secara bergantian menjelaskan tahapan dalam menulis. Apa yang ada di dalam otak bisa dialirkan dalam sebuah tulisan. Manfaat menulis bisa menjadi therapy dan hiburan.

Selain itu menurut Fera Nuraini, gaya bahasa menulis setiap orang bisa berbeda. Keluhan yang sering terdengar dari kawan-kawan yaitu tidak percaya diri mempublikasikan tulisan mereka, padahal sudah punya tulisan. Menulis juga harus melalui proses. Tidak langsung sekali menulis tulisan menjadi bagus. Karena kebiasaan dan kemauan kita mudah untuk menulis. Bisa karena terbiasa. Jika terbiasa menulis, ada bahan kita bisa langsung menuliskan. Menulis pada dasarnya mengandung enam unsur berita, yakni what, who, when, where, why, dan how. Rumusan ini biasa disingkat menjadi "5W 1H". Tentang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bisa dipelajari soal ejaan tentang titik, koma, huruf besar dan penggunaannya dengan sering membaca.

Kesimpulannya jangan pernah takut untuk menyalurkan kebiasaan menulis. Semakin sering menulis, pelan-pelan kita bisa belajar menulis yang baik.

Setelah selasai penjelasan dari mereka, ada sesi tanya jawab. Jam 2 siang tepat acara ditutup. Ternyata banyak sekali manfaat belajar kali ini.  Pokok bahasan tentang training kepenulisan menjadi penyemangat dalam mengembangkan kreatifitas berkarya lewat tulisan.

Ada pesan singkat tambahan dari Ketua Beringin Tetap Maju (BTM)-PILAR kak Sumber, jangan pernah menyerah untuk belajar tanpa mengabaikan atau ceroboh melaksanakan tugas-tugas kita sebagai BMI disaat bekerja di rumah majikan.

Tetap semangat kawan-kawan. Jadikan kemauan menjadi penyemangat.

Sunday, March 23, 2014

Belajar Menulis Bersama BTM-PILAR

Minggu, 23 Maret 2014, Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) mengadakan training menulis bersama mbak Fera nuraini dan Romo Waris, di markas BTM tepatnya didekat Prahu-prahuan Couseway Bay, dimana setiap minggunya untuk melangsungkan kegiatan organisasi BTM.

Training menulis hari ini di ikuti 25 anggota BTM sendiri dan juga kawan-kawan yang dapat informasi dari jaringan sosial yaitu Facebook.

Menurut Romo Waris, menulis itu mengembangkan atau menjabarkan apa yang ada di otak kita, jangan sepaneng dan biarkan mengalir tulisan itu seperti saat kita cerita. Dalam tahab belajar, jangan takut salah dan tulisan itu merasa tidak bagus, begitu juga menurut mbak Fera, selaku pembimbing di training "Menulis itu bisa di jadikan teraphy syaraf".

Menulis itu sama halnya memasak, di mana kita harus menyiapkan bahan apa saja yang akan di uraikan dan di olah, karena dengan persiapan bahan tersebut kita pasti menemukan alur dan ceritanya.
Antusias kawan-kawan untuk menulis tidak mengurangi rasa tidak percaya diri walaupun mereka sudah pernah menulis di Bloger dengan kemampun kawan-kawan sendiri atau sebisanya dan adakalanya kita saling mengingatkan dan membenarkan.

Harapan kami setelah diadakan training kepenulisan ini kawan-kawan khususnya BTM, bisa memahami dan menulis dengan menggunakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), penaruhan tanda baca yang benar, dan penempatan huruf besar kecil didepan, tengah, atau belakang, begitu juga pemborosan kata-kata.

Sebelum ditutup trainingnya di susul, tanya jawab dan juga  berbagi pengalaman saat menulis begitu menyenangkan, ada yang kebanyakan cerita akhirnya nggk nyambung, ada yang mengeluh nggak bisa menempatkan kata sambung, ada juga yang menulis dengan menggunakan pemborosan kata-kata.

Tetap semangat dalam belajar karena tanpa belajar dari nol, kita nggak akan pernah mendapatkan angka satu. Semoga kedepannya training menulis ini tetap kita jadwalkan pada kegiatan rutin BTM.

Salam kompak selalu buat BTM-PILAR.

Friday, March 21, 2014

Training kepenulisan BTM-PILAR HK

Menulis bisa dilakukan siapa saja. Ide dan inspirasi dari otak yang akan disalurkan melalui tulisan bisa menarik pembaca. Menambah wawasan tentang kepenulisan dengan belajar bersama memungkinkan pemahaman untuk lebih menguasai seluk beluk tata cara menulis yang benar dengan EYD. Apa salahnya mencoba dari sekarang. 

Untuk program dari Beringin Tetap Maju (BTM)-PILAR Hong Kong, Minggu tanggal 23 Maret 2014, akan mengadakan kegiatan training tentang kepenulisan. Tepatnya bertempat di dekat prau-prauan Causewaybay Hong Kong. Mulai pukul 11:00-14:00, dan bagi kawan-kawan yang berminat mengikuti kegiatan ini terbuka untuk umum.

Semoga kegiatan training kepenulisan ini dapat berjalan lancar dan menambah wawasan. Semangat kawan-kawan dan mari kita tingkatkan kreatifitas lewat tulisan. 

training kepenulisan diberikan oleh: Fera  Nuraini

Monday, March 10, 2014

Peringatan Hari Perempuan Internasional - 8 Maret 2014

Hentikan Diskriminasi, Kekerasan & Perbudakan terhadap PRT Migran Indonesia.

Peringatan HPI kali ini mengangkat kasus kekerasan terhadap buruh migran contohnya kasus Erwiana dan buruh migran lainnya di seluruh dunia.

Kemarin, 9 maret 2014 tepat nya hari minggu kami para BMI Hong Kong, memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI) yang ke 103 yang sebenarnya diperingati pada 8 maret 2014. Tapi karena mayoritas dari kami sebagai BMI yang bekerja di sektor rumah tangga libur pada hari minggu jadi kami memperingati nya pada hari minggu kemarin 9 maret 2014.

Sungguh pengalaman yang luar biasa dalam aksi yang diadakan Jaringan Buruh Migran Indonesia Cabut UUPPTKILN No. 39/2004 (JBMI-Hong Kong) karena saya bisa terlibat secara langsung. Biasanya saya hanya sebagai massa. Untuk kemarin saya ditugaskan menjadi tim Propaganda mewakili organisasi BTM-PILAR Hong Kong. Kami sendiri dari BTM-PILAR mengadakan lingkaran aksi yang  juga dihadiri oleh ATKI, IMMI, WA - Pilar di titik lingkaran aksi di dekat tenda putih bawah. Acara dimulai dengan do'a bersama, kesenian, pidato HPI, yel-yelan, dan menyanyikan lagu-lagu progresif seperti Mars perempuan, Aku migran Indonesia, KTKLN. Kemudian acara dilanjutkan berjalan ke titik kumpul di depan SASA. Acara dimeriahkan dengan tarian One Billion Rissing (OBR), pidato tentang HPI, Overcharging ,KTKLN , Sistem online. 

Kemudian Aksi dilanjutkan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Disitu kami meluahkan tuntutan-tuntutan kami tentang hapus KTKLN, Kontrak mandiri, Hentikan perbudakan dan kekerasan, turunkan jumhur, bubarkan BNP2TKI. Keadaan terlalu ramai dan saya terlalu sibuk mengatur massa hingga saya tidak tahu tuntutan statement kami diterima atau tidak. Aksi dilanjutkan berjalan ke CGO, dengan menyanyikan lagu-lagu progresif dan tuntutan-tuntutan tentang End Slavery on Women, Stop Violence against FDWs, Abolish two weeks rule, make live out an option, stop overcharging, we are worker, not slave.

Saat berjalan ke CGO, kami bergabung dengan organisasi dari Philipina, setelah berada di depan CGO kami menyuarakan tuntutan-tuntutan kami. Tepat pukul 4 sore massa dibubarkan dan kami kembali ke aktifitas masing-masing. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa selama saya menjadi anggota Beringin Tetap Maju (BTM)-PILAR Hong Kong. Tetap semangat kawan-kawan seperjuangan ku .

We will fight until we win .

Wednesday, March 5, 2014

Tata Cara Memutuskan Kontrak Kerja


  Minggu, 2 Maret 2014 dibawah hujan yang tidak menyurutkan semangat dan antusias kawan-kawan BTM-PILAR untuk mendapatkan dan mempelajari ilmu baru.

 'Sesuai dengan isi kontrak Pekerja Rumah Tangga (PRT) di HongKong siapakah yang berhak memutuskan kontrak?' Pertanyaan yang diajukan kak Sumber selaku pembimbing dan ketua dari BTM-PILAR untuk mengawali acara pendidikan di markas BTM tepatnya dibawah dipohon kemiri dekat prahu-prahuan Causeway Bay.

  Berdasarkan kontrak kerja yang ditanda tangani seluruh pekerja migrant mengatakan bahwa, PRT dan majikan berhak memutuskan kontrak kerja. Jika tidak ada kecocokan dengan pekerjaan atau majikan dan hal yang terkait di dalam kontrak kerja.

 Ada 2 cara dalam memutuskan kontrak kerja.

1. Memutuskan kontrak dengan cara langsung.
Yakni dengan cara menganti uang 1 bulan gaji dan bisa meninggalkan rumah.
2. Memutuskan kontrak dengan cara memberi surat One Month Notice (satu bulan pemberitauan)
Yang dimana surat ini nantinya di fotocopy 2 lembar, yang 1 dikirim ke Departemen Imigrasi, yang 1 diberikan ke majikan dan yang 1 nya dipegang PRT itu sendiri.

Berikut ini adalah Tata cara menulis surat pemutusan kontrak kerja:
1. Tanggal penulisan surat.
Dalam hal ini tidak boleh melebihi tanggal diawal pemutusan kontrak
2. Nama dan Alamat majikan.
Harus sesuai dengan kontrak kerja.
3. Tanggal awal pemutusan kontrak. (yakni 1 bulan sebelum keluar dari rumah majikan)
4. Alasan pemutusan kontrak.
5. Tanggal akhir pemutusan kontrak kerja.
(yaitu dimana pada tanggal ini PRT harus keluar dari majikan).
6. Nama PRT, tanda tangan, dan nomer HK Identitas diri (KTP).
Contoh:
Contoh surat pemutusan kontrak kerja
Selain membahas hal-hal diatas kami juga mempelajari tentang biaya potongan Agency.

Bagi kawan-kawan yang berminat untuk belajar bersama dengan BTM-PILAR dalam hal hukum PRT hubungi :

Kak Sumber, fb Oyote Beringin 91669454
Army , fb: Rhimbainya Beringin 91741307





SELAMAT BERGABUNG...!!

Saturday, March 1, 2014

Pengalaman Pahitku di Macau

Kurang 1 hari lagi visa tinggalku di Hong Kong habis, karena peraturan Imigrasi bahwa status terminitan harus meninggalkan Hong Kong dalam kurun waktu 14 hari, mau nggak mau aku harus keluar dari Hong Kong dan aku memilih untuk ke Macau.

Ternyata disana banyak sekali kawan-kawan Buruh Migran Indonesia (BMI) yang sedang menunggu visa, dan juga bekerja di Macau. Tetapi yang menjadikan ku sangat prihatin adalah, banyak sekali BMI yang sudah Overstay disana, untuk menyambung hidup mereka ada yang kerja partime di restaurant bahkan ada yang rela menjual dirinya hanya untuk sesuap nasi.

Sambil merenung dan beradaptasi dengan suasana baru, kutatap wajahku dalam kaca yang sudah retak di building agenku, sesekali ku mendesah lirih " Bagaimana nasibku kedepan nanti, sesaat kuteringat wajah ke dua orang tuaku, sekian lama aku meninggalkan mereka, adakah dosa yang tak sengaja kulakukan sehingga Tuhan memberi cobaan seperti ini, yaa Tuhan kutitipkan mereka dalam kuasaMu. Tanpa kusadari menetes juga air mataku, dari ruang kerja agen, ada staff yang memanggil namaku, Sumber ...!! Yaa jawabku, saya bergegas mendekat ke staff berharap ada kabar baik untukku. Sumber, ini ada majikan yang mau ambil kamu, kamu bawa bajumu terus ikut dia pulang ke rumahnya. Apaaaa? jawabku lantang, dalam gumamku aku nggak pernah tanda tangan kontrak dengan dia dan sesuai perjanjian aku kan bisa kembali ke HK dan bekerja disana lagi.

Bruaaaak ......seketika staff itu menggebrak mejanya hei... Siuce emangnya kamu di sini nggak butuh mandi, makan, tidur?, kalau kamu nggak mau kerja siapa yang akan bayar semua itu emangnya ini rumahnya Mbiahmu (nenekmu)....??. Bukanya aku sudah bayar mahal untuk datang kesini 5 bulan potongan gaji?, ituuuu peraturan di Hong Kong beda dengan disini Sumber siucee. Bentak staff itu dengan galaknya, dengan terpaksa akupun harus turuti perintah staff itu.

Dua minggu sudah aku bekerja di majikan yang hidupnya pas- pasan ini, jari-jari tanganku hancur karena bleach saat bersih-bersih rumah dan mencuci baju, karena di rumah majikan ini cuci baju harus pakai tangan. Aku kembali ke agen agak tersenyum karena sebentar lagi dapat gaji itung-itung bisa buat nyambung hidup di Macau. Tiba saatnya staff memanggilku, hai Sumber ini gajimu selama 2 minggu total $1680, setelah kita potong biaya pengenalan majikan, selama kamu tinggal disini total yang kamu terima $20 kamu tanda tangan disini. Apaaaa? Serentak aku kaget melihat total sisa gajiku hanya dapat $20,- Jisiiin, ini sungguh keterlaluan dan sangat tidak adil?.

Aku beranikan diri untuk bicara lantang ke staff itu, sambil berlalu dia cuma bilang memang dah aturannya mbak !!. Dia keluar maninggakkanku sendiri di ruangan itu.Huuuuuh ku tarik nafas panjang aku harus kecewa sekali lagi.

Semua karena satu aturan kenapa tidak ada aturan yang bisa membuat rakyat kecil sepertiku untuk tidak selalu merasakan kecewa?, ku melangkah keuar dari ruangan berharap visa kerjaku cepat turun dan aku bisa bekerja di Hong Kong lagi.