Saturday, December 21, 2013

Bubbling Out

Pertanyaan yang tak memerlukan jawaban
Lamunan yang tak pernah ada kenyataan
Segala yang berbau fantasy selalu mengisi otakku
Apa yang difikirkan orang sebenarnya
Apakah mereka juga berfikir sama dengan apa yang aku fikirkan
segala sesuatu di dunia ini,apakah setiap orang berfikir yang sama
Terkadang aku ingin seseorang itu melakukan apa yang aku fikirkan,apa yang aku inginkan
Hari ini aku ingin ini dan besok aku ingin itu
Terkadang aku tertawa pada diriku sendiri,apakah aku ini gila
Ada sesuatu yang aneh,seperti ada orang lain di dalam diriku
Seperti Angel side and demon side
Hahahahah......laugh to myself
Pernahkah kamu berbicara kepada dirimu sendiri?
Seperti saat kamu berdiri di depan kaca dan kamu memaki dirimu sendiri?
Aku pernah,dan aku memaki diriku sendiri
Keadaan terlalu stress,tidak ada orang yang bisa diajak berbicara,tidak ada tempat untuk luapkan kekesalan hati
Terlalu lama disimpan dan terlalu lama mendiamkan diri
Yaaaaaaaaa seperti itulah aku
Tak banyak yang bisa aku lakukan untuk menghentikan semua fantasy dan sisi lain dari diriku...
Sepertinya ini hanya akan berlanjut terus dan terus sampai ada kenyataan yang membuatku lupa akan semua fantasy itu....

**just be yourself**

Wednesday, December 11, 2013

Pembukuan mimpi

Dipagi buta tidak ku jalankan tugas rumah. Aku berjalan menghampirimu sahabat untuk menunggumu bngun dan membantumu memberesi kamar tidur yang basah.
Ketika sekeranjang baju kotor telah kau angkat, engakupun berlalu pergi. Dengan lunglaipun aku meninggalkanmu.

Dalam perjalanan pulang dibawah pohon cengkih dipinggir jalan bertemu dengan 2 orang anak yang tidak lain keponakanku sendiri.  Dalam hati aku berkata saat menatap mereka kenapa aku meninggalkan kalian dipagi buta sesalku dan mereka bersamanya sedang memunggut ribuan buah cengkih yang jatuh.
Aku berdiri bersandar dibawah pohon kelapa sambil main hanpon lalu Dia mengambil tempat terdekat dariku sambil melanjutkan aktivitasnya dan berkata “ Akan kupakai beli tiket pulang ke rumah” katamu menyampaikan kegunaan buah cengkih tersebut. Yang dimana rumahmu waktu itu di Nusa Dia Bali. Serentak kuangkat kepala dan kutatap dia dengan sinis aku berkata “sudah..! pulang saja akan kubelikan tiketmu”. Kau nampak bingung dengan nada tersendat kau bicara “aku akan pulang bersama dia” sambil menoleh ke pohon cengkih yang ternyata ada seseorang sedang turun menemuimu dan aku bilang “iya berdua” dengan tegas aku ungkap tanda harapan kau segera pergi.
Namun kau tak mampu bicara apapun dan aku balikkan badan kutinggalkan kalian sambil berlari.

Jiwa ini terasa lebur dan hampa. Kutelusuri jalanan penuh rumput meski yang bersih juga bersebelahan dan gak menyangaka aku terjelungkup perlahan aku berdiri dan dihadapku berdiri ibu kedua anak itu dari jauh terdengar pesan “kakak jika ketemu ibu, suruh segera kesini menjemputku” dan dengan lantang aku berseru “cepat kesini ibu disini”. Sehati dalam batinku

berakhirlah mimpiku di malam tadi.
11 desember 2013