Monday, December 29, 2014

Orientasi Organisasi


Cuaca mendung cenderung hujan di penghujung tahun tepatnya Minggu 28 Desember 2014 kemarin tidak menyurutkan semangat para anggota Beringin Tetap Maju ( BTM ) - PILAR HK. Setiap hari libur, tak ada istilah membuang waktu sia - sia bagi anggota BTM. Agenda kegiatan selalu tersusun rapi di beberapa hari sebelumnya. Seperti Minggu kemarin, meskipun Kak Sumber dan salah satu anggota kolektif yaitu Kak Eri mempunyai jadwal untuk mengikuti rapat di Aliansi PILAR untuk membahas kegiatan refleksi akhir tahun. Bukan berarti kegiatan anggota yang lain terhenti. Seperti biasanya berkumpul untuk sarapan pagi, melakukan senam One Billion Rising ( OBR ), latihan menari dan mempersiapkan apa saja kebutuhan untuk kegiatan siang harinya.

Kegiatan yang sudah disusun untuk siang hari adalah Orientasi Anggota. Orientasi yang diadakan oleh Organisasi Asosiasi BMI Pencinta Seni ( AGITAS ) - Pilar HK dan Beringin Tetap Maju ( BTM ) - Pilar HK ini dihadiri oleh anggota dari AGITAS, BTM dan anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia ( WHDI ) - PILAR HK. Sekitar pukul 02:00 pm mereka mulai berkumpul di Pojok Kiri Lapangan Rumput Causeway Bay Hong Kong. Terlihat 28 peserta Orientasi begitu bersemangat mengikuti kegiatan.

Acara ini dipimpin oleh Kak Sumber dan Kak janeth dengan perkenalan dari setiap anggota yang ternyata membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih. Mulai dari menyebutkan Nama, Asal daerah, berapa lama bekerja di luar negeri, alasan bekerja menjadi BMI, dan berbagai pengalaman yang terjadi selama bekerja. Begitu banyak kejadian yang dialami mereka sebagai Buruh Migrant yang mayoritas pernah merasakan betapa sengsaranya mencari rezeki di negeri beton ini. Sampai - sampai ketegangan beberapa peserta yang terbawa emosi dari kisah nyata yang terjadi dan dialami mereka. Menangis dan menitikkan airmata, tegar menghadapi segala tantangan. Sampai akhirnya kenapa memutuskan untuk ikut berorganisasi.

Selanjutnya diadakan permainan yang dibagi menjadi 2 kelompok yang ditujukan untuk melatih kekompakan. Sangat seru dan merupakan pengalaman yang tidak terduga oleh setiap peserta. Disusul dengan penyampaian kesan dan harapan untuk kedepannya. Kegiatan ditutup dengan senam OBR bersama. Pukul 04:00 pm mereka mulai berpamitan untuk melanjutkan aktifitas di Organisasi  masing - masing. Disampaikan oleh Kak Sumber  dan Kak Janeth bahwa kegiatan Orientasi  ini akan berlanjut di lain kesempatan.

Penting sekali diadakan kegiatan ini yang menumbuhkan semangat untuk belajar mengatahui hak - hak kita sebagai Buruh Migrant dan membantu kawan-kawan kita yang tertindas. Bangkitlah wahai Buruh Migran, mari merapatkan barisan.

We are worker, we are not slave
We will fight until we win.


Monday, December 22, 2014

Belajar Dan Berjuang di Garis Massa

Minggu 21 Desember 2014, Beringin Tetap Maju ( BTM-PILAR ) Hong Kong mengadakan kegiatan Training Hukum perburuhan di Hong Kong. Kegiatan ini di ikuti sekitar 25 orang, anggota BTM sendiri dan juga kawan-kawan BMI dari massa luar. Senang sekali berkumpul dan berbagi pengalaman sesama buruh migran. Acara di adakan di dekat Prahu - Prahuan Playground biru Causeway Bay Hong Kong.

Tepat sekali kegiatan training ini membahas tentang isi dari kontrak kerja hijau. Karena sebulan terakhir ini BTM mendapat perekrutan anggota sebanyak 9 orang yang baru bekerja di majikan mulai dari 3 bulan sampai 1 tahun. Kak Sumber selaku ketua dari BTM, memberikan penjelasan yang mudah dipahami oleh para anggota. Selesai training dilanjutkan acara perpisahan untuk anggota yang akan pulang ke Indonesia. Harapannya untuk tetap menjalin persaudaraan walau sudah sampai di Indonesia nanti.

Setelah istirahat sebentar anggota BTM mempersiapkan untuk menghadiri undangan dari organisasi Wanita Hindu Dharma Nusantara ( WHDN ) - PILAR HK, yang sedang merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Setiap minggu anggota BTM selalu aktif untuk mempergunakan waktu saat hari libur untuk kegiatan yang positif. Selain belajar memahami hak - hak buruh migran, kita selalu aktif dalam aksi untuk memperjuangkan hak - hak buruh migran, penggalangan dana, latihan kesenian untuk mengembangkan bakat dan kreatifitas anggota, yasinan, serta menjalin komunikasi dengan sesama Organisasi Massa yang ada di HK.

Kalau tidak dimulai berorganisasi dari sekarang akan semakin banyak hak buruh migran yang dirampas. Perjuangan kita masih panjang. Bersatu melawan segala bentuk penindasan, perempuan bangkit melawan.

We will fight until we win.

Thursday, December 11, 2014

MENYAMBUT HAM DAN HMI DENGAN BERBAGAI KEGIATAN

Minggu, pada tanggal 7 Desember 2014, bertempat di Lapangan Rumput Victoria Park. Beringin Tetap Maju (BTM PILAR HK) mengadakan kegiatan dengan berbagai jenis perlombaan. Acara ini digelar Dalam rangka menyambut hari HAM (Hak Asasi Manusia) dan HMI (Hari Migran International) yang jatuh pada 10 dan 18 Desember.
Tujuan diadakan lomba tersebut ialah untuk meningkatkan kekompakan dan menumbuhkan rasa solidaritas antar sesama anggota BTM dan memberi pengertian kepada massa sekitar tentang pentingnya HAM dan HMI bagi buruh migran.

Berbagai jenis perlombaan yang digelar adalah:
1. Lomba menggambar dengan tema "kisahku menjadi BMI"
2. Lomba pantun berantai "pelanggaran HAM dalam kontrak kerja" yang meliputi
- Overtime, jam kerja yang berlebihan
- Pemalsuan alamat kerja majikan
- Overstay
- Pemalsuan nama majikan
- Bekerja 2 rumah

Kedua lomba ini dikhususkan untuk anggota agar lebih memahami perjuangan BMI dan meningkatkan pemahaman terhadap isi dari kontrak kerja. 

Selain lomba diatas, adapun lomba yang digelar untuk umum yaitu Lomba joget koran.

Acara ini diadakan di lapangan rumput Victoria Park CauseBay Bay dimulai pada jam 11:00 Am hingga jam 05:00 pm. Dalam sesi terakhir setelah pembagian hadiah diadakan aksi pembacaan statement JBMI tentang Perbudakan Modern oleh Eri, Leni dan kak Sumber. Semangat dan antusias kawan2 sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan. Semua ini terlihat dari beberapa kawan yang mendaftar menjadi anggota BTM.

Kami ucapkan selamat kepada para pemenang lomba
Menggambar yaitu mbak uke juara 1, Nurul juara 2, Tyas juara 3 serta lia dan vivi sebagai juara harapn 1 dan 2.
Juara pantun oleh group 2, 5,3,4,1.
Lomba joget oleh group Helga, Kaka dan Uke.

Harapan yang disampaikan kak Sumber selaku ketua adalah semoga kawan2 semakin maju dan solid dalam perjuangan buruh migran lewat BTM

Monday, December 1, 2014

Bangkit Melawan Segala Bentuk Penindasan.

 Aku punya teman baru. Namanya Imud, ia baru 1 bulan di HongKong. Orangnya bener-bener imut sesuai dengan namanya. Imud berasal dari Malang. Ia merantau untuk memperbaiki kehidupan dan meninggalkan 3 orang anak.

Mayoritas buruh migran di HK bekerja di sektor Rumah Tangga begitu juga dengan Imud. Kurangnya memahami bahasa membuat misskomunikasi dengan majikan, dan membuat Imud kerap mengalami penyiksaan. Pada suatu hari Imud dipukul majikan berkali-kali, ia tidak berani membantah ataupun melawan karena tidak bisa bahasa. Ketika waktu luang Imud segera mengambil hp untuk melaporkan kejadian tersebut terhadap kami. Serentak aku dan kawan-kawan meyankinkan Imud untuk melawan. melalui short message kutuliskan " lei mou ta ngo, ngo wui poking" artinya jangan pukul saya, saya akan lapor polisi. Pesan itu ditulis dikertas, lalu dibacakan ke majikan. Karena tidak tahu nadanya maka dibaca layaknya baca puisi dan akhirnya majikan meminta maaf tidak berani lagi memukul.

 Ketika sore datang mendekati magrib tibalah waktunya makan malam secara otomatis Imud harus memasak. Majikan yang super resek dan bawel ini sudah belanja ke pasar membeli ikan. Namun belanjaan yang ia beli ketingalan di pasar, akhirnya majikan menyuruh Imud mencari belanjaan tersebut. Dalam kebingungan Imud telp Kak Sumber yang di panggil koko. Setelah bolak balik dari rumah ke pasar tidak ketemu akhirnya pulang kerumah dengan tangan kosong. Lalu majikan menyuruh imud untuk mencari di supermarket, akhirnya ketemulah disana.

Ada kejadian lucu yang dialami. Ketika itu handphone belum dimatikan oleh koko. Begini bunyi percakapan antara dia dan majikan.
Majikan: Kaka lei ko pengkon seksai mei a?. cungyao moa? artinya kakak snack mu sudah habis apa belum? masih ada tidak?
Imud : Yao a ( masih ada)
Majikan : lei cung yiu emyiu a ( kamu masih mau lagi?)
Imud : Yiuuu... ( mau).
Setiap pertanyaan yang dilontarkan selalu diambil bagian yang belakang. serentak membuatku tertawa.

Hal ini mengingatkanku ketika pertama kali datang ke Hong Kong dan sering mendapatkan komplin karena bahasa. Dalam batinku masih untung si Imud punya HP dan juga bisa komunikasi dengan kami, jika tidak?

Pesan ini yang selalu disampaikan Kak Sumber kepada Imud "jangan takut untuk melawan jika kita tertindas dan teraniaya, tidak ada yang bisa membantu kita kecuali diri kita sendiri". Dan sekarang Imud menjadi anggota aktip di BTM PILAR yang gigih memperjuangkan hak buruh migran.


Tuesday, November 25, 2014

Buruh Migran Menolak Harga BBM

 Sebagian Buruh Migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong menolak adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pada Tanggal 17 November 2014 dini hari, Presiden Jokowi mengumunkan kenaikan harga BBM dari Rp 6.500,00 menjadi Rp 8.500,00 dan sesampai di pelosok desa, pegunungan menjadi Rp 9.000 atau bahkan Rp 10.000. Yang dimana penaikan harga ini akan memicu naiknya kebutuhan pokok lainnya.

Mayoritas kami disini, berasal dari rakyat miskin yang merantau dengan berbagai permasalahan. Meninggalkan keluarga demi kelangsungan hidup, meninggalkan bapak ibu, anak, suami yang dimana mereka tidak mempunyai penghasilan atau pekerjaan. Kami adalah tulang punggung bagi mereka.

Alasan umum BMI menolak adanya penaikan ini ialah karena jika kebutuhan pokok di Indonesia melambung tinggi secara otomatis akan menambah beban terhadap BMI yang biasanya mengirim uang sedikit menjadi bertambah banyak. Sementara gaji yang diterima tidak bertambah. Hal ini sangat membuat buruh migran semakin tertekan.

Berikut adalah pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Organisasi Massa di Hong Kong.


Pernyataan BTM PILAR HK : Kami Menolak  Kenaikan Bahan Bakar Minyak ( BBM ).

Tepat senin malam 17 November 2014, Presiden Jokowi resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan kenaikan harga premium/bensin sebesar 30%, naik Rp. 2.000, begitu juga dengan harga solar yang juga naik Rp. 2.000/liter. Rakyat Indonesia termasuk BMI kembali dipaksa untuk menghadapi kenaikan harga BBM yang disusul dengan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya yang dipastikan akan menambah beban penderitaan rakyat.

Bagi BMI, yang rata-rata kondisi umumnya berasal dari rakyat miskin dan menjadi tulang punggung keluarga tentu saja akan memaksa BMI untuk menambah jatah pengiriman uang ke tanah air, karena keluarga di Indonesia membutuhkan biaya yang lebih akibat kenaikan harga bahan pokok. Disisi lain, BMI tengah berjuang untuk memperbaiki upah yang hingga hari ini juga belum terpenuhi. Kebutuhan pokok semakin melambung tinggi sementara upah BMI tidak mengalami kenaikan, ini akan memperburuk kondisi BMI.

Maka dari itu, BTM PILAR HK menyatakan:
1. Menolak kenaikan BBM, batalkan kenaikan BBM.
2. Menuntut Perlindungan Sejati dan Kesejahteraan BMI dan keluarganya.
3.Naikkan gaji BMI.
4.Turunkan dan kendalikan harga-harga kebutuhan pokok rakyat.

Thursday, October 30, 2014

YUNNY RAHAYU BUKAN KRIMINAL

Press Rilis JBMI Hong Kong & Macau
28 Oktober 2014

Referensi: Sringatin, Koordinator (+ 852-69920878)

“YUNNY RAHAYU BUKAN KRIMINAL”
JBMI GELAR AKSI TUNTUT PEMBEBASAN DAN PENCABUTAN DAKWAAN

(Hong Kong, 28 Oktober 2014) Sekitar 40 orang Buruh Migran Indonesia dan lembaga pendukungnya menggelar aksi piket di depan kantor Konsulat RI di Hong Hong menuntut pembebasan dan pencabutan dakwaan “penipuan dan penggelapan” terhadap Yunny Rahayu, seorang calon buruh migran ke Hong Kong yang gagal terbang karena harus merawat bapaknya yang sakit hingga meninggal.
“Yunny bukan kriminal tapi korban kemiskinan dan keterpaksaan. Dia ditangkap, ditahan dan dituntut penjara 1.6 tahun atas kerugian yang dialami PPTKIS karena telah memberinya uang saku tunai sebesar Rp. 4 juta. Sungguh tidak adil!” jelas Sringatin di tengah orasinya. 

Yunny (37 tahun) mendaftar ke PT. Maharani Tri Utama Mandiri (PT. MTUM) di Semarang, Jawa Tengah untuk bekerja sebagai PRT di Hong Kong. Karena tidak memakai jasa sponsor, maka Yunny diberi uang saku tunai sebesar Rp. 4 juta dan biaya paspor biometrik sebesar Rp. 2.5 juta namun tidak pernah diberikan padanya. Sebagai bukti, Yunny disuruh menandatangani surat serah terima telah menerima uang sebesar Rp. 6.5 juta.

Baru 25 hari training, Yunny terpaksa minta ijin cuti untuk menengok Bapaknya yang sakit parah. Naasnya, ketika itu rumah sang Bapak tergusur proyek pelebaran rel kereta api sehingga harus mengungsi ke rumah keluarga Yunny. Pada satu hari, Bapak mencoba ke kamar mandi sendiri tapi terjatuh dan harus dirawat di rumah sakit. Yunny meminta perpanjangan cuti lagi.

Di bulan Maret 2014, Yunny diberitahu kalau visa kerjanya di Hong Konf telah turun dan akan segera dibelikan tiket. Padahal dia belum pernah menandatangani kontrak kerja. Yunny minta keberangkatannya diundur tapi ditolak dan diberi surat berisi tagihan sebesar Rp. 19,250,000 yang harus dibayarnya. Tanggal 8 Juni 2014, M. Ridwan dari Kapolres Semarang menangkap Yunny dan menahannya di LP Bulu Semarang hingga sekarang. 

“Banyak kejanggalan dalam kasus Yunny. Pertama, UUPPTKILN No. 39/2004 dan perjanjian penempatan yang ditandatangani Yunny dengan PT. MTUM menyatakan konflik harus diselesaikan secara musyawarah atau melalui Disnaker setempat, tapi mengapa Yunny tiba-tiba diperlakukan layaknya penjahat? Kedua, mengapa Kapolres Semarang mau begitu saja disuruh PT. MTUM untuk penagih dan bahkan terlibat dalam kasus ini dengan menangkap Yunny tanpa investigasi terlebih dulu? Ketiga, mengapa Disnaker/BNP3TKI/Kepolisian tidak menginvestigasi dan menangkap PT. MTUM yang memalsu tanda tangan Yunny dan membuat rincian biaya keberangkatan yang tidak benar? Keempat, mengapa Pengadilan Negeri Semarang menolak ajuan Yunny menunggu sidang diluar dengan jaminan meski tuntutan sudah diturunkan dari Rp. 19.250.000 menjadi Rp. 6.5 juta?” tambah Sringatin. 

Sringatin menduga adanya kolusi antara PT. MTUM, oknum di Kapolres dan Pengadilan Negeri Semarang. Kasus Yunny yang didampingi LBH Mawar Saron Semarang ini telah dipersidangkan selama beberapa kali dan vonis hukuman akan dibacakan pada hari Kamis, 30 Oktober 2014, mendatang. Akibat kasus ini, anak pertama Yunny berhenti sekolah sedangkan suaminya yang cuma pekerja toko harus pontang-panting.

“UUPPTKILN No. 39/2004 dalang dari penderitaan Yunny dan buruh migran lainnya. PPTKIS diberi kuasa penuh sedangkan kami hanya diperlakukan seperti barang dagangan. Mereka kebal hukum, kami yang selalu rugi dan menderita” tegas sringatin.

Sringatin menambahkan pengalaman Yunny tidak terjadi pada buruh migran lain yang gagal terbang, gagal melunasi potongan biaya penempatan atau masalah-masalah lain yang merugikan PPTKIS.

“Kami menuntut janji Bapak Jokowi untuk melindungi buruh migran dan keluarganya. Maka buktikan dengan membebaskan Yunny dari penjara dan melepaskan seluruh buruh migran dari cengkraman PPTKIS. Karena kami adalah buruh dan bukan budak” tutup Sringatin di akhir orasinya.

Turut hadir perwakilan dari Asia Pacific Mission For Migrant (APMM), Asian Migrants Coordinating Body (AMCB) dan beberapa lembaga pendukung buruh migran di Hong Kong. Aksi solidaritas ini ditutup dengan penyerahan petisi dukungan untuk pembebasan Yunny Rahayu kepada Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo yang diserahkan melalui Konsulat RI di Hong Kong.

Sunday, September 28, 2014

Cabut UU Pilkada

Pernyataan Sikap JBMI (Jaringan Buruh Migrant Indonesia di Hong Kong).

SBY & ELIT POLITIK INDONESIA:
Hentikan Mengabdi Pada Pemodal Asing
Akhiri Kemiskinan dan Sediakan Lapangan Kerja
Kembalikan Hak Demokratis Rakyat! Cabut UU Pilkada!

Menjelang akhir 10 tahun jabatannya, SBY dan elit-elit politik yang sedang menguasai negeri Indonesia tidak hentinya menyengsarakan rakyat. SBY dan klik-nya secara terbuka mengesahkan aturan-aturan yang kejam dan menghisap yang hanya menguntung para elit politik dan pemodal asing.

Dalam beberapa minggu terakhir ini saja, SBY telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan anti rakyat mulai dari perampasan tanah atas nama “pembangunan” seperti yang terjadi di Rembang dan Karawang serta daerah-daerah lain, kenaikan BBM sebesar Rp. 3000 pada bulan Nopember mendatang dan yang paling terbaru adalah pengesahan undang-undang Pilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) pada tanggal 25 September 2014 kemarin.

Tentu langkah ini tidak aneh jika kita lihat buruknya catatan SBY selama 10 tahun memimpin. SBY telah menaikan BBM beberapa kali, menaikan listrik dan harga kebutuhan pokok, mengesahkan undang-undang ormas yang membatasi hak berorganisasi dan berekspresi, mengesahkan Master Plan Percepatan dan Pelaksaan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang membantu para pemodal untuk mempercepat laju keuntungan melalui perampasan sumber daya, mengijinkan aparat untuk makin kejam terhadap rakyat dan masih banyak lagi catatan-catatan hitam SBY yang mengkhianati kepercayaan rakyat.

UU Pilkada: Undang-Undang Pesanan Pemodal Asing

Para pemodal dunia yang mempromosikan globalisasi neoliberal semakin berkurang keuntungannya apalagi setelah krisis global. Untuk mengembalikan dan meningkatkan keuntungan, maka para pemodal yang menguasai perdagangan dunia ini juga sibuk mencari cara-cara baru yang meyakinkan tersedianya sumber daya alam murah, tenaga kerja murah dan pasar yang luas bagi produknya. Indonesia yang sangat kaya alam dan rakyatnya memenuhi persyaratan yang diinginkan sehingga selalu diincar sejak jaman dulu sampai sekarang.

Jika Belanda datang sendiri ke Indonesia untuk menjajah selama 350 tahun, tetapi kini penjajahan dilakukan secara tidak langsung melalui perdagangan bebas neoliberal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dan Negara-Negara kaya dunia lainnya.

Untuk menjalankan penjajahan gaya baru ini, maka harus meyakinkan bahwa orang-orang yang memimpin Indonesia adalah mereka yang bersedia dikendalikan dan semua peraturan yang diciptakan  harus mengabdi kepada kepentingan pemodal. Inilah yang menyebabkan sejak Suharto sampai SBY berkuasa, Semua program dan peraturan hanya seakan-akan untuk pembangunan rakyat tetapi hakekatnya memuluskan agenda penjajah asing tersebut seperti kenaikan BBM dan UU Pilkada.

Para pemodal asing melalui SBY dan elit-elit politik yang berkuasa hari ini sangat berkepentingan mengesahkan UU Pilkada karena mereka harus meyakinkan keinginan mereka dijalankan dari pusat ke bawah tanpa hambatan. Jika melalui pilihan langsung, maka rakyat yang sudah mulai terbuka kesadarannya tentu akan kritis menilai pemimpin-pemimpinnya apalagi terhadap mereka yang sudah punya catatan buruk. Melalui UU Pilkada ini, secara perlahan Indonesia akan dikembalikan ke sistem birokrasi yang pernah diciptakan Belanda ketika menjajah dulu dimana semua keputusan dan pemimpin ditentukan oleh Belanda. Atau bahkan kembali ke sistem kerajaan.

Hak Demokratis Rakyat Terancam, Mari Kita Bersatu Melawan

Saat ini saja ketika ruang demokratis sedikit terbuka khususnya setelah Suharto ditumbangkan, rakyat masih tidak punya hak demokratis sejati. Hal ini terbukti dengan panggung politik Indonesia sangat dikuasai oleh elit-elit yang kaya yang bersaing dengan menebar janji-janji palsu. Sementara rakyat hanya jadi penonton dan pemilih. Jadi bisa dibayangkan jika hak demokratis yang cuma sedikit ini akhirnya dicabut maka rakyat akan lumpuh dan mutlak menjadi budak di negeri sendiri dan Negara lain untuk memuaskan keserakahan elit politik dan pemodal asing.

Imbasnya, penderitaan akan semakin mendalam dan rakyat akan semakin terpasung dalam kemiskinan, ketakutan, keterbelakangan dan pembodohan. Rakyat yang melawan akan pasti dihabisi seperti di jaman Belanda dan orde baru Suharto.

Indonesia bukan negeri miskin dan bodoh tetapi yang benar adalah dimiskinkan dan dibodohi. Penghisapan ratusan tahun oleh penjajah lama dan penjajah baru yang menjadi akar penderitaan panjang rakyat Indonesia. Buruh migran adalah bukti kongkret rakyat Indonesia yang dimiskinkan, digusur dari tanahnya sendiri, diupah seperti budak, dibutakan dari ilmu pengetahuan. Tanpa adanya penghisapan atas alam dan rakyat Indonesia, tentu hari ini Indonesia sudah menjadi negeri sejahtera dan menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.

Selama Indonesia dikuasai asing maka selamanya rakyat akan terus terpaksa keluar negeri demi kelangsungan hidup. Untuk itulah, sudah jadi kewajiban kita sebagai bagian dari rakyat Indonesia untuk turut berpartisipasi untuk menolak semua kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. Karena apa yang merugikan rakyat pasti merugikan buruh migran.

Penjajahan dalam bentuk apapun tidak akan pernah membawa rakyat menuju kesejahteraan. Maka mari kita bangkitkan semangat kita untuk saling menyadarkan, bersatu dan tanpa kenal lelah melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka sepenuhnya. ###

Tuesday, September 23, 2014

BTM PILAR lah Satu Satunya

Minggu yang paling berkesan setelah sekian lama berada di Hong Kong yakni hari yang bertepatan dengan 3rd Anniversary BTM PILAR HK.
Waktunya liburan, Aku bangun jam 5 pagi, lalu mempersiapkan diri segera keluar meninggalkan rumah. Pukul 6 tepat MTR mulai beroperasi. Saya pastikan jam segitu bisa menaiki train pertama. Dari Tung Chung tempatku tinggal. Berangkat menuju laiking untuk menjemput salah satu teman yang membawa banyak barang untuk keperluan nanti.

Saya adalah salah satu anggota aktif sekaligus pendiri dari organisasi Beringin Tetap Maju (BTM) alasan mengambil nama tersebut adalah karena aktifitas tiap minggu berada dibawah pohon beringin. BTM adalah Organisasi massa yang terdiri dari 25 anggota aktip tiap minggunya. Markas BTM berada di dekat Prau-Prauan Causeway Bay. BTM juga salah satu anggota dari Persatuan BMI Hong Kong Tolak Overcharging (PILAR HK) adalah sebuah Aliansi yang menolak tingginya biaya penempatan.

Minggu, 21 September 2014 BTM PILAR HK memperingati anniversary yang ke-3 di George Street depan Sasa dan HSBC, tepat pukul 12.30 dimulai, dibuka dengan Do'a oleh ketua GAMMI ( Gabungan Mingrant Muslim Indonesia di Hong kong) dan dilanjutkan kesenian dari Indonesian Mingrant Workers Union (IMWU). Mengangkat tema "jalin silahturahmi dengan menggali seni dan kreatifitas BMI untuk mengembangkan bakat di luar negeri". Ada beberapa jenis perlombaan antara lain :
1. Lomba gubahan lagu dengan tema KTKLN. Alasan mengambil tema ini ialah karena mayoritas buruh migrant merasa tertekan karena adanya peraturan yang mewajibkan untuk memiliki kartu tersebut. KTKLN merupakan perampasan upah secara berlapis karena harus membayar asuransi sejumlah Rp 400.000 selama 2 tahun. Dalih pemerintah selama ini KTKLN tidak diwajibkan untuk yang cuti tapi untuk Calon TKI namun masih banyak kawan BMI yang gagal terbang karena tidak memiliki KTKLN.
2. Tari tradisional
3. Modern dance
4. Fashion show cewek
5. Fashion show TB dengan tema jeans kasual.

Yang masing2 jenis perlombaan diambil lima pemenang yakni, juara 1, 2, 3, harapan 1 dan harapan 2. Antusias kawan-kawan BMI dengan kegiatan sangat tinggi semua itu terbukti dari padatnya jalanan ditempat tersebut. Ratusan kawan2 migrant yang memenuhi area bersorak sorai saling mensupport ketika acara dimulai. Aparat kepolisian Hong Kong juga turut andil dalam menertibkan jalanan yang penuh dengan massa. Mission For Migrant Worker (MFMW) yang menjadi salah satu sponsor juga memberikan konseling kepada kawan buruh migrant yang mengalami berbagai masalah dengan majikan ataupun pekerjaan. Adapun sponsor lain yang mendukung BTM yaitu : Publik Olshop, Radio DBC, Nano Spray, Tya Cookies, Rekanan, Cakrawala, Yayan Rorix Creation, Shanty Collection, dan Mia.

Disela-sela kegiatan seluruh anggota BTM memotong tumpeng dan menyanyikan lagu perjuangan agar tetep semangat dalam berorganisasi. Kak Sumber sebagai ketua BTM PILAR dalam sambutannya mengatakan bangga dan salut atas kesadaran dan kerjasama  panitian yang mayoritas anggota BTM sendiri. "Tanpa kalian semua BTM tidak sebesar ini dan Saya tidak akan berdiri disini saat ini" imbuhnya sambil mengenang suka duka berorganisasi.
Harapan kedepan setelah acara ini semoga kawan-kawan BTM tambah solid dalam berjuang, semakin erat dalam persatuan dan selalu rendah hati dan tidak sombong.

Happy 3rd Anniversary untuk BTM PILAR, semangat digaris juang.

Juara fashion show cewek


Padatnya penonton

febby icon fashion cewek







Thursday, September 18, 2014

PANDUAN BILA CUTI TANPA KTKLN

Langkah-langkah menghadapi pencegahan pemberangkatan TKI tanpa KTKLN.

Langkah 1
.Pastikan kelengkapan dokumen pokok untuk keberangkatan Anda antara lain: 1. Paspor 2. Tiket pesawat 3. Visa atau Work Permit atau Work Pass ( sesuai dengan yang diterbitkan oleh masing-masing negara penempatan). Jika di Malaysia biasanya menggunakan visa kerja yang tertera di paspor.

Langkah 2.
Siapkan alat komunikasi Anda agar setiap saat bisa menghubungi pihak-pihak yang bisa dimintai bantuan (help desk), seperti SERIKAT BURUH MIGRAN, organisasi BMI, Lembaga Bantuan Hukum atau yang bersifat individu. Bersikaplah tenang.

Langkah 3.
Persiapkan diri menghadapi 3 loket layanan yang berkemungkinan menjadi titik pencegahan TKI tanpa KTKLN. 3 loket tersebut antara lain: 1. Loket maskapai penerbangan. Saat chek in di loket maskapai penerbangan (proses boarding pass) maskapai yang sering melakukan pencegahan adalah Air Asia.
2. Loket BNP2TKI atau BP3TKI. Saat di loket ini, TKI yang ingin kembali ke LN, biasanya akan ditanya, apakah memiliki KTKLN atau tidak. Jika memiliki KTKLN akan divalidasi. Jika TIDAK, maka petugas akan menolak keberangkatan Anda atau berdalih meminta Anda mengurus KTKLN terlebih dahulu.
3. Loket Imigrasi. Loket Imigrasi merupakan loket pemeriksaan untuk dokumen-dokumen kelayakan milik TKI yang akan diberangkatkan ke luar negeri (sesuai UU Keimigrasian no. 6 tahun 2011 dokumen wajib hanya paspor). Sesuai UU Keimigrasian pencegahan hanya bisa dilakukan oleh Imigrasi jika TKI tidak memiliki paspor dan BMI/TKI masuk daftar pencegahan (cekal).

Langkah 4.
Apabila ada yang menghalangi atau akan mencegah keberangkatan Anda ke Luar Negeri (baik petugas maskapai, BNP2TKI/BP3TKI dan Imigrasi), sampaikan beberapa hal berikut kepada petugas tersebut:
1. Dengan tenang dan berani, katakan secara tegas kepada petugas bahwa Anda mamang tidak mau membuat KTKLN. Apabila petugas loket menolak, mintalah surat penolakan resmi yang menyebut identitas lengkap Anda, alasan hukum penolakan (dasar hukum), tanda tangan dan cap instansi yang menolak. Biasanya apabila Anda menolak, maka petugas akan memanggil atasannya untuk menghadapi Anda. Atau sebaliknya Anda lah yang meminta agar dapat bertemu atasannya (sesuai UU Pelayanan Publik).
2. Tanyakan dan catat siapa nama dan posisi atau jabatan petugas yang menolak keberangkatan atau mempermasalahkan KTKLN Anda (maksimalkan peralatan sederhana yang Anda miliki seperti HP, untuk merekam perbincangan, mengambil gambar atau video).
3. Tegaskan argumen sbb:

PERYATAAN 1
“Maskapai penerbangan, petugas BNP2TKI/BP3TKI atau pejabat Imigrasi bukanlah pejabat yang memiliki kewenangan hukum untuk mencegah atau membatalkan penerbangan TKI, sebagaimana diatur dalam pasal 91 ayat 2 huruf F UU no.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.”

PERNYATAAN 2
“Pembatalan keberangkatan TKI tanpa KTKLN yang dilakukan maskapai penerbangan, atau petugas BNP2TKI, atau petugas Imigrasi adalah tindakan melanggar hukum, HAM, dan bertentangan dengan UUD 1945.”

PERYATAAN 3.
“Bahwa permintaan pencegahan TKI tanpa KTKLN secara lisan atau surat edaran dari kepala BNP2TKI, sama sekali tidak memiliki kekuatan hukum bahkan bertentangan dengan UU Imigrasi, karena kepala BNP2TKI beserta seluruh jajaran BP3TKI diseluruh Indonesia BUKANLAH pejabat yang memiliki kewenangan untuk melakukan permintaan pencegahan TKI tanpa KTKLN. “

PERYATAAN 4.
“Jika petugas tetap mencegah keberangkatan Saya, maka saya akan menghubungi kuasa hukum dan Kami akan menuntut Anda secara hukum”.

Langkah ke 5.
Apabila petugas tetap memaksa atau bahkan membentak Anda, segera hubungi “help desk” atau pihak-pihak yang bisa dimintai bantuan berikut ini:
1. LBH Yogyakarta atas nama ABDUL RAHIM SITORUS, telepon: 081229033381 (simpati) 08175419601 (xl).
2. Redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran (http//buruhmigran.or.id/) atas nama FATHULLOH/LAMUK telepon 081390003508.
3. IFN Singapura atas nama TUKINAH telepon +6582569366【 Nara sumber : bpk Abdul Rahim Sitorus 】

Thursday, June 12, 2014

Cerdas Cermat dan Duta PILAR di HUT ke-7

  Minggu kemarin, tepatnya pada tanggal 8 juli 2014, kami Beringin Tetap Maju (BTM) yang tergabung menjadi anggota PILAR sejak 2011 merayakan HUT PILAR ke-7. Bertempat di lapangan rumput Victoria Park, acara diisi berbagai kegiatan dan perlombaan, yaitu fashion show daur ulang dan cerdas cermat khusus anggota.

Acara dimulai pada jam 11.00 pagi dibuka dengan tarian One Billions Rising (OBR). Tarian ini berarti melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Namun, sebelum acara dimulai kami mengadakan yasinan untuk mengirim doa kepada salah satu keluarga kawan kami yang telah pulang ke rahmatullah. "innalillahi wainnailahirojiun" semoga arwahnya di terima disisi-Nya. Amin.

Setelah tarian OBR, acara dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh 20 pimpinan organisasi yang tergabung di dalam PILAR. Acara pemotongan pita diiringi dengan lagu "ulang tahun" dan lagu perjuangan lainnya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan cerdas cermat antar organisasi di bawah PILAR. Setiap organisasi diwakili oleh 3 orang anggota. Lomba cerdas cermat diambil 5 pemenang. Para pemenang ini nantinya akan menjadi tim konseling PILAR. Juara pertama diraih oleh ATKI-HK, juara kedua OI Merah Putih HK, juara ketiga oleh BTM, juara keempat pleh Al-fadillah, dan juara kelima diraih oleh tim ABP. Berikut cuplikan video di babak final http://youtu.be/EbBXdoByImo
Tim cerdas cermat dari BTM

Perlombaan berikutnya adalah fashion show daur ulang dengan tema "kasual bebas dan sopan". Karena bertema daur ulang maka pakaian yang di pakai peserta berasal dari barang bekas seperti bungkus kopi, mie, koran, majalah dsb. Barang-barang tersebut dikreasi. sedemikian rupa hingga menjadi baju yang indah. Dalam lomba ini juga diambil 5 pemenang. Mereka menjadi duta PILAR yang akan menjalankan visi dan misi PILAR untuk memperjuangkan hak buruh migran. Juara 1 diraih BTM, juara 2 Agitas, juara 3 OI Merah Putih, juara 4 WHDN, dan juara 5 oleh WA. Video fashion show daur ulang http://youtu.be/m6RevEV08C4

Duta PILAR dari BTM



Selamat bagi para pemenang dan tetep semangat bagi yang belum mendapatkan penghargaan.


















Tuesday, April 29, 2014

Merayakan Kartini Menyongsong MAy Day

Kartini adalah keturunan seorang bangsawan dan dikenal sebagai pelopor penyemangat perempuan di Indonesia. Ia lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Kemudian,  tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari bersejarah di Indonesia yakni Hari Kartini.

Kesetaraan hak antara kaum perempuan dan laki-laki, atau dikenal dengan istilah emansipasi, menjadi pergerakannya. Wanita yang dulu hanya bisa hidup di dapur, sumur dan kasur, kini bisa menjadi tulang punggung keluarga. Layaknya kita yang menjadi buruh migran.

Pada hari Minggu, 27 April 2014, Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) dan OI Merah Putih Hong Kong merayakan hari bersejarah itu dengan berbagai perlombaan. Acara ini dimulai pada pukul 11 pagi dibuka dengan Doa dan tarian "One Billion Rising" (OBR).

Berbagai perlombaan yang di gelar antara lain: lomba kebaya, makan krupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, menyumpit kelereng, memakai make-up dan joget koran. Masing-masing pemenang perlombaan mendapatkan bingkisan menarik dari panitia.
memasukkan pensil dalam botol

Memakai jarik dan kebaya

lomba makan krupuk

lomba menyumpit kelereng

Lomba merias wajah

Menurut Kak Sumber, selaku panitia, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat tali silahturahmi antar anggota BTM dan OI Merah Putih. Juga mempererat tali silaturahmi buruh migran pada umumnya. Selain silaturahmi, acara kemarin juga memiliki tujuan lain yaitu mengkonsolidasi massa sekitar untuk menyambut May Day. Agar mereka ikut serta dalam aksi yang akan di gelar pada 1 mei mendatang.

May Day ialah Hari Buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Hari tersebut ditetapkan menjadi hari libur nasional di berbagai negara. Namun sejak masa orde baru Indonesia tidak mengakui May Day sebagai hari libur nasional baru pada tahun 2013 telah diakui menjadi hari libur nasional.

May Day lahir dari perjuangan berbagai kalangan pekerja yang ingin mendapatkan hak-haknya. Pada abad 19 perekonomian dunia mengalami perkembangan drastis. Terutama di negara-negara kapitalis, seperti negara-negara di Eropa dan Amerika utara. Namun bersamaan dengan hal tersebut lahirlah berbagai persoalan. Terutama yang menyangkut hidup pekerja. Misalnya, pengetatan disiplin kerja, gaji rendah dan kondisi kerja yang buruk. Hal ini mengakibatkan para pekerja melakukan perlawanan.

Pada tahun 1906 para pekerja melakukan pemogokan kerja. Mereka menuntut jam kerja diturunkan dari 19 -20 jam perhari menjadi 8 jam perhari. Pada kongres pertama kali di Genewa pada tahun 1967,  1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh sedunia.

SELAMAT HARI BURUH SEDUNIA.
SERUKAN SUARAMU DAN TUNTUTLAH HAK-HAKMU.

Friday, April 11, 2014

Gajian Bersyarat

  Ting-tong. Suara bel rumah berbunyi, sepertinya majikanku datang. Ditengah kesibukanku tengah bikin cilok. Makanan khas jawa tengah ini, membuatku harus segera meringkas setiap barang yang telah kupakai lalu buka pintu. Kupersilahkan Nona masuk, dan aku segera menyiapkan makan malam.

Setelah semua menu tertata di atas meja, kupanggil Nona, Tuan, Nenek untuk segara makan malam. Merekapun datang lalu makan bersama. Obrolan dibuka untuk menghangatkan suasana makan malam.
ditengah riuhnya suasana siuce angkat bicara.

"Amey" dia memangilku.
"ya, ada apa siuce" jawabku lirih sambil ngunyah makanan.
"Besuk kita bagi tugas" lanjutnya.
"Ada apa?" jawabku sambil mlonggo.
"Aku ke Bank gaji kamu, dan kamu cuci AC dirumah" tegasnya.
"Oh. Ok!" sambutku mengiyakan.
Dalam batinku ngerundel, maki-maki dia kanapa harus nunggu gajian baru memberiku kerjaan.


Tuesday, April 8, 2014

BERIKAN KEBEBASAN ERWIANA

Kami atas nama Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR HK) Mengecam tindakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI-HK) atas perlakuan yang membelah tim Erwiana saat tiba di HongKong menjadi 2 bagian. Antara Erwiana, bapak, pengacaranya dengan Ryan (penolong Erwiana), Iwenk JBMI.

Konsulat memaksa Erwiana untuk tinggal bersamanya, sementara pilihan tinggal dengan Mission di abaikan dan bahkan dilarang oleh Konsulat.

Selain itu Erwiana juga ditahan oleh konsulat dan dilarang untuk interaksi dengan JBMI ataupun BMI lainnya.

Kami dari organisasi BTM-PILAR menuntut agar dibebaskan Erwiana dari sekapan KJRI sekarang juga.

JUSTICE FOR ERWIANA!

Statement di atas sebagai pernyataan yang mewakili Organisasi Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) Hong Kong. Kemarin, Senin 07 April 2014 tim Erwiana tiba di Bandara Hong Kong namun dengan paksa pihak KJRI menggelandang Erwiana dan Bapaknya ke mobil dan langsung menuju ke kantor Konsulat. Perlakuan intimidasi yang dilakukan KJRI ini membuat kami para BMI semakin tidak mengerti. Padahal Erwiana berhak memutuskan dengan siapa dan dimana dia tinggal.

Bebaskan Erwiana, dia bukan tahanan ataupun teroris.

Justice for Erwiana, Justice for All Migran Worker.

Thursday, March 27, 2014

BMI-HK Dukung Satinah

   Ibu Satinah adalah seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) berasal dari Semarang yang bekerja di Timur Tengah. Saat ini dia sedang menunggu hukuman pancung yang 7 hari lagi akan merenggut nyawanya. Satinah mengaku bersalah telah membunuh majikan. Bukan keinginan Satinah untuk membunuh. Namun, karena Ia kerap mendapatkan siksaan dari majikan perempuan dan dituduh mencuri uang yang tidak sedikit jumlahnya.

  Hukum di Arab memang kejam. Nyawa dibayar dengan Nyawa. Satinah bisa dibebaskan dari hukuman jika mau membayar uang ganti darah (Diyat) sebesar 7 juta riyal atau 21 Milyar.

   Kasus Satinah adalah salah satu contoh kegagalan pemerintah Indonesia dalam menyediakan lapangan kerja. Kasus Satinah juga menjadi satu contoh kegagalan pemerintah melindungi rakyatnya. Kebijakan pemerintah melalui UU no.39 tahun 2004 tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya ternyata tidak bertaji. Yang terlindungi bukanlah para buruh, tetapi para agen dan pengusaha (PJTKI).

      Selama ini buruh migran atau BMI, dikenal sebagai penyumbang devisa. Mereka juga disebut pahlawan devisa. Tatapi ketika para buruh mengalami kesulitan, pemerintah enggan membayar lunas tebusannya. Semua itu terbukti ketika pemerintah tidak bersedia membayar seluruh uang diyat. Pemerintah hanya bersedia membayar 4 juta riyal. Masih tersisa 3 juta riyal atau sekitar 9 Milyar yang harus ditanggung oleh pihak keluarga.

    Ekspor tenaga kerja ke luar negeri di Indonesia adalah penyumbang devisa terbesar ke dua setelah Minyak Bumi dan Gas Alam (MIGAS). Pendapatan devisa negara dari hasil 'ekspor manusia' bisa mencapai ratusan trilyun. Mengapa pemerintah tidak bersedia membayar keseluruhan diyat?
Untuk apa hasil devisa buruh migran selama ini? Keluarga Satinah adalah rakyat miskin yang berhak mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

"SAVE SATINAH".

  Melihat sikap pemerintah yang abai dan tidak serius dalam menangani kasus ini, kami ingin bergerak. Kami dari Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) bergabung dengan OI MERAH PUTIH-PILAR HongKong telah mengalang dana di lapangan rumput, minggu 23-maret-2014. Hal itu sebagai upaya menolong ibu Satinah agar mendapatkan keadilan dari hukuman pancung yang sedang mengancam nyawanya. Menurut jadwal, hukuman akan dilaksanakan pada 3 April 2014 mendatang. Dana yang sudah terkumpul di salurkan melalui Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI-HK) dengan jumlah total HK$3.853




   Terimah kasih kami ucapkan kepada BMI-HK yang rela memberikan dana untuk diberikan kepada Ibu Satinah dan juga ATKI-LABAS yang juga turut bersama dalam pengalangan dana.