Monday, November 25, 2013

Memperbaharui Rumah Rakyat Indonesia di HongKong (KJRI)

Kedatangan bapak Khalif Akbar sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong (KJRI-HK) yang masih seumur jagung ini sudah mampu membuka jalur silahturahmi yang baik buruh migran.

Minggu 24 november 2013 KJRI-HK kembali mengundang perwakilan organisasi untuk diskusi tentang berbagai permasalahan yang dihadapi buruh migran. Bertempatkan di gedung Ramayana Town Hall dan dimulai pada jam 2 -4 siang.

Diskusi ini dimulai dengan berbagai laporan program konsulat dan juga penanganan kasus selama periode 2013. Kasus yang ditangani berjumlah 828 antara lain: penahanan dokumen 170, overstay 23, overcharging 17, pengaduan agen 23, claim Hap 428,  kriminal 11, underpay 3 dan sebagainya.

Sejauh ini konsulat belum bisa merealisasikan janji yang pernah ia buat untuk menerapkan kontrak mandiri bagi BMI dengan alasan pertangung jawaban perlindungan untuk BMI itu sendiri masih membutuhkan jasa agen. Namun, pada kenyataannya jika kontrak mandiri tidak diberlakukan maka akan semakin banyak agen nakal yang memungut biaya lebih dari 10% (overcharging) dan kontrak mandirilah yang akan membebaskan BMI dari potongan-potongan agen yang akan menumpuk jika tidak menyelesaikan kontrak ataupun di interminit.

Konsulat akan berupaya untuk memberikan layanan terbaik untuk BMI yang ada di macau dengan cara memindah kantor konsulat ke tempat yang strategis dari jangkauan dan akan di aktifkan setiap hari rabu dan minggu setiap minggunya. Hotline konsulat juga akan dibenahi karena pentingnya sarana komunikasi yang akan mempermudah pelayanan kasus yang harus segera ditangani.

Konsulat juga telah mengaktifkan kembali facebook yang selama ini hanya sebagai hiasan halaman facebooknya yakni “Kjri hongkong” dan telah dibuka pula fan page “Kjri HongKong” yang dimana setiap BMI bisa mengunakan layanan ini sebagai pengaduan atau pun sebagai sarana konseling.

Terlampir pula berbagai nama-nama agen resmi di HongKong dalam fanpage tersebut yang dimana dalam janji pak konjen akan segera ada agen yang diblasklist jika terbukti bersalah dalam melayani BMI.
“ Dalam kurun waktu dekat ini akan ada agen yang diblaklist oleh konsulat yang kemungkinan di awal tahun akan di publikasikan” ungkap bapak Khalif.



Semoga segera direalisasikan apa yang telah di janjikan oleh konsulat dan setiap permasalahan buruh migran segera dapat teratasi. 

Wednesday, November 20, 2013

Sebagian BMI Hongkong Mandi di Umum

Pengalaman baru, setelah 2 tahun kontrak kerja telah usai. Dan aku harus merenew kontrak ke agen yang sudah lama menjadi pilihanku, karena larangan kontrak mandiri membuatku harus menetap di agen tersebut.

Kontrak kedua dimajikan ini baru saja aku tanda tangani. Sabtu malam sengaja aku mandi larut dan tanpa sadar selesai jam 12 malam. Selang beberapa menit aku keluar air panas dikamar mandiku meledak. Untung aku selesai mandi jika tidak? mungkin tubuhku terguyur air panas dalam batinku bersyukur. Seisi rumah jadi ribut dan aku pun ikut ribut mondar mandir kesana kemari tanpa bisa melakukan apapun. Dan tidurkupun terpaksa diundur hingga jam 2 malam.

Minggu pagi jadwal liburku molor karena air seisi rumah di tutup. Lalu bos mengajakku ke kamar mandi umum untuk dipake sementara waktu sambil menunggu sifu (orang yang ahli dalam bidangnya) yang akan menganti heater. Malam aku pun juga harus mandi disana ternyata ada 3 orang babu yang selesai mandi pikirku hal yang biasa karena libur mandi diluar dan akupun engga perduli dengan mereka sekedar say “hai & hello”. Keesokan harinya antri begitu panjang mulai dari orang lokal, pembantu philipina dan indonesia. 

Rasa penasaranku muncul, usai mandi aku senggol mbak yang ada disampingku
aku : Mbak, emangnya setiap malam mandi disini ya?
Mbak : Iya
aku : kok bisa emangnya dirumah gak ada air?
mbak : gak boleh mandi dirumah 
aku : oo.. 
hanya itu jawabku karna gak berani memperpanjang pertanyaan.
Lalu aku beralih ke mbak yang lainnya. “Bagaimana denganmu?” tanyaku. Lalu dijawabnya “Rumahku kecil, kamar mandi satu jadi bosku menyuruhku mandi disini”.

Ternyata mereka setiap hari harus berbondong-bondong untuk antri mandi di kamar mandi umum. Entah ini kesalahan siapa yang pasti aku merasa kasihan dengan mereka yang harus mandi di kamar mandi umum dengan alasan yang kurang pas.

Tiga hari sudah aku harus mandi diumum dengan mereka, ada hal yang menarik tersendiri. Kadang terasa dikampung yang mandi antri sambil mendengarkan celotehan mereka saat bekerja dirumah majikan bisa di bilang juga berbagi dan untung saja gak ada yang ngegosip hehee. Disamping berbagi majikan yang cerewet ada juga yang selama tiga bulan tidak digaji oleh majikan karena memunggu visa baru dan telah aku sarankan untuk lapor ke labour departement namun terlambat kotrak baru dia tengah berjalan 4 bulan. 

“Waduuh mbak lain kali jangan mau ketja bakti la” celetukku. Ia hanya mengangukan kepala sambil merenges. Lalu aku tinggalkan mereka.

Kita lebih baik dari pada mereka, untuk itu semoga teman-teman bisa menoleh dengan kawan kita yang belum beruntung seperti kita. Apalagi dengan kawan kita uang tengah berkasus. Mari kita tingkatkan solidaritas kita teman-teman. 

Tuesday, November 19, 2013

"Prinsip Hidup Itu Penting"

Sebut saja Nanda, gadis berusia 30 tahun ini biasa di panggil teman dekatnya.
Entah karena masalah apa? sehingga ia harus pergi merantau meninggalkan keluarga untuk waktu yang sangat lama. Mungkin sudah hampir 13 tahun ia tidak bertemu dengan keluarga nya di Indonesia.

Nando biasa ia di panggil teman-temannya di hongkong, karena sudah terlalu lama menetap di negara orang, kini dia pun terbiasa menikmati kehidupan di negara tempat ia tinggal sekarang .

Pergaulan di Hongkong yang terlalu bebas, membawanya kedunia pecinta sesama jenis atau lesbian. Kini ia berpenampilan tomboy,  mungkin sudah banyak wanita yang sudah jadi mangsanya. Karena dia termasuk orang yang licik hehehe dalam arti suka ngebohongi kawan dekatnya sendiri demi kepentingan pribadinya.

Suatu ketika aku di kenalkan dengan dia oleh teman ku sebut saja namanya Heri, Heri itu teman dari teman akrabku biasa di panggil flow akrabnya, hanya sekilas berlalu cerita kita bertiga, hari berganti hari sering ngobrol lewat telephon genggam atau Ha Pe, mengingat satu dengan yang lain pakai cerita masa lalu antara lucu dan nyata.

Suatu ketika Nando, yang sudah bergabung di organisasi di Victoria Park tepatnya di Couseway Bay, dan manisnya ajakan Nando untuk mengajakku bergabung dengan kawan-kawan di organisasi, akupun masih cuek dan tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya.


Lama-lama asyik juga yaa kawan sekitarku, tidak sombong, makan satu plastik bersama, canda tawa mereka merubahku menjadi tertarik dan akhirnya aku putuskan untuk bergabung dan mengisi formulir pendaftaran di organisasi BTM Beringin Tetap Maju namanya, yang bergabung di bawah naungan aliansi PILAR HK.

Dua tahun aku bergabung di organisasi banyak hal yang ku dapatkan dari yang senang, susah, capek, sekaligus kekeluargaan, akupun aktif tiap minggunya untuk mengikuti kegiatan yang di adakan di BTM sendiri ada lomba, latihan ngedance, aksi, latihan bodymovment, training hukum dan masih banyak lagi kegiatan positif di dalamnya senang itu saat bergelut dengan masa sekitar.

Waktu berganti, kembali ke Nando tadi, dia adalah orang yang membawaku ke organisasi tapi dia sendiri tidak konsekuen dengan apa yang menjadi aturan di organisasi, suatu hari dia mengenal anggota PILAR lainnya yang berbeda organisasi. Nando cukup di kenal kawan-kawan di lapangan semenjak dia gabung di BTM.

Teguran, saran dan juga masukan telah kita kasih kepada dia karena saking nggak tau di sayang ya mungkin dia dah bisa berdiri sendiri tanpa kita.
Satu bulan kebelakang kita tidak merespon apa yang menjadikan dia harus keluar dari BTM.

Prinsip kita jangan merespon orang yang tidak bisa di pegang kata-katanya. Tugas kita masih banyak untuk mempertahankan kawan-kawan yang mau berjuang dan belajar bersama BTM.

Pesanku tetap semangat untuk tetap memperjuangkan hak buruh migrant dengan berorganisasi.

Tuesday, November 12, 2013

BABU VS SATPAM

Ternyata gelar babu sangat melekat bagi kalangan borju di hongkong. Lucunya, mereka merasa menjadi kaum borju bukan karena uang yang mereka miliki, tapi karena tempat kerja mereka, dimana mereka harus membukakan pintu , menyapa selamat pagi nyonya, selamat pagi tuan, hahahah pasti bingung.

Siapa sih yang gak kenal sama yang namanya Satpam bawah rumah , yahhh....begitulah biasanya mereka di panggil

Cerita singkat nya, suatu sore ketika aku terburu - buru sambil menyeret tas gede , (critane guweh mau paket barang nih ...) waktu itu kedua tangan ku nenteng barang banyak plus berat banget , sampai aku kesulitan membuka pintu blok bawah rumah ,
Nah ..si satpam bukanya ikut membantu , malahan sok kaget ,“ whats up ??? Begitu si satpam sok cantik berucap.

Dalam hati , j****k ....peh babu e g di tulung ,,@&~~)%*#“”“
sambil menyeret tas gede.

Semua orang bawah blok malah ikut - ikutan melototin.  Busyet ni orang borju, kagak pernah liat orang cakep bawa tas kali ye ???  sambil terus menyeret tas.

Sesampai di lantai dasar, malah tambah banyak orang, adooooohhh nasep ...di kira saia  di usir majikan, sial lagi waktu itu cuma pake kolor jadul kesayanganku, dengan PD aku liat kanan kiri. Eh ..petugas pengambilan barang paketan gak kelihatan batang hidunge.

Tut ..tut..tut...ku liat Tab ku berdering, eh ada panggilan masuk, ternyata si petugas “ wai ..lei hai pin a, o to co lahhhh hai lau ha ,, ” ....si petugas malah bilang “O hai yi lau cece" Oh my god...ini apes apa kebetulan ??gerutuku.

Akhirnya terpaksa aq naik lagi ke lantai 2, ternyata mereka langsung ke tempat parkiran.

Dari situ aku mulai berpikir, kebanyakan orang memandang orang lain itu di lihat dari pangkat nya, dan mulai hari itu juga setiap satpam itu tugas di bawah blok, guweh jarang banget nyapa, jangan kan nyapa ngliat muka nya aja gak mau ....

@&^~()*#“”%]_[/[

Tamat