Thursday, January 9, 2014

Mengunjungi Pulau Kecil nan Elok, CheungChau

Bertepatan dengan membuka lembaran baru di tahun 2014 tepatnya pada Rabu 1 Januari 2014 'new year', kami satu group dari BTM Pilar mengadakan refresing ke Cheung chau.

Waktu membangunkanku dipagi hari, selepas semaleman tak dapat memejamkan mata karena terbayang indahnya tempat yang akan kudatangi  rekreasi, hal ini sudah menjadi tradisi saya, jika mau bepwrgian pasti sulit untuk tidur. Kami bertemu dengan kawan2 sekitar 12 orang di Stasiun Kereta Api Central jam 11 dilajutkan menuju ke pelabuhan untuk menyebrangi lautan dengan naik kapal laut. Tidak ada yang pernah berkunjung ke tempat tersebut dari kami sehingga membuat perjalanan agak lamban namun jiwa dan semangat ini tetap tinggi untuk jelajah daerah baru
ferry pier Central, HongKong
menuju ferry pier

diatas kapal laut
 

Perjalanan ditempuh 30menit dengan naik ferry nomer 5 dengan biaya HK$22.80. Setiba di Cheung Chau kami mencari tempat untuk berteduh dan menyantap bekal yang kami bawa dari rumah, banyak toko asesoris disana, letaknya tepat di pinggir laut selepas kita mendarat mulai dari gelang, kalung, baju, tas dan sebagainya. Tidak lagi merasakan hawa dingin meski cuaca menunjukkan 15 derajat celcius. Lalu lalang pendatang menyaksikan lion dragon cukup menjadikan penghangat selain sinar matahari.
dibawah pohon beringin
toko asesoris 
rumah makan
Becak gandeng
 

Seusai menghabiskan bekal kami melanjutkan perjalanan menuju pantai yang dimana pasir nya dipenuhi oleh batu hijau semacam giok, wonderfull. dan karang-karang yang menjulang tak lelah diterpa ombak. Kami naik diatas batu karang untuk istirahat, celoteh kawan2 mulai menghiasi keindahan alam yang sejuk dan damai. Cerita masa kecil ketika dikampung yang dimana kehidupan kita masih terbelakang, ada yang menimba air sumur hingga jatuh ke dalam sumur, ada yang airnya terasa asin, ada juga mengatakan di indonesia ada sebuah tempat rekreasi yang dimana terdapat air yang bisa memperbesar payudara jika dioleskan hahhahaaaa gelak tawa kawan2 mengelegar saat mendengarnya, akupun tertawa ngakak di bawah sengatan matahari. Cukup menghibur meski hanya sebuah cerita.
batu hijau,unik

pantai berbatu giok
dinginnya air laut
jambu biji dan melihat ombak
keindahan laut 
diatas batu karang

Setelah penat diatas batu karang , kami melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan khas yang ada di daerah tersebut; yitan raksasa (pentol ikan) dan masih banyak jenis makanan lainya. Dalam keasyikan bermain waktu telah menunjukkan pukul 4.30 sore tibalah saatnya kita untuk pulang.




Lain kali pasti akan aku kunjungi lagi tempat tersebut. asyiik dan indah