Friday, January 31, 2014

Imlek, Bukan Lagi Amplop Merah Yang Ku Dapatkan

 Saatnya Tahun baru Imlek bagi orang cina, begitu pula dengan bosku. Sebagai pembantu idaman aku pun juga tengah sibuk menyiapkan imleknya. Mulai dari bersih-bersih hingga pernak pernik dirumah semua harus serba houleng' indah' dengan warna khas merah.

Miris saat mendengar berita bahwa ada seorang TKW yang baru 5 hari datang ke HongKong dia jatuh dari flat 28 di wongtaisin saat membersihkan jendela 'innalillahi wainna illahi rojiun' kita semua harus hati-hati saat bekerja mencari nafkah, ya... ini juga termasuk tuntutan dari majikan untuk membersihkan seisi rumah.

Dari setiap persiapan hanya satu yang aku suka yaitu kembang yang diberi nama 'Juin-juin kam' kata nenek. Kembang ini unik beda dengan kembang-kembang yang tertanam ditaman bunga yang di miliki nenek. Keunikannya terletak pada pertumbuhannya, setelah tumbuh hanya berbentuk batang kayu yang kemudian akan muncul biji bunga yang dimana biji tersebut akan menjadi bunga, dan bila bunga sudah mekar barulah tumbuh daun. Jadi tumbuh terbalik, kembang ini satu tahun hanya 1 kali pas bertepatan dengan tahun Imlek. Untuk tahun ini nenek membeli 10 batang, berwarna kuning dengan pita merah.
juin" kam diawal tumbuh
saat berbunga


Esok telah datang, sebenarnya kalender itu berwarna merah dan seharusnya keluar  berlibur namun diminta untuk melayani para tamu yang hadir untuk painin ( silahturahmi).

Dipagi yang buta aku tersentak bangun yang ada dalam pikiranku hanya Amplop Merah. Sudah menjadi tradisi orang cina saat merayakan Chienes New Year pasti akan membagikan Angpao 'amplop merah'. Kusapa neneku dengan senyum ceria begini
Aku :' cosan bobo, khunghei fat choi, sandhai kinhong' sapaku sambil mrenges yang artinya selamat pagi nek, selamat tahun baru dan sehat selalu.
Nenek : 'cosan-cosan taika haikam wa' pagi, semua berkata demikian.
teringat nuansa dikampung halaman saat idul fitri yang ku nanti hanya sangu dari berbagai pihak, saat ini juga aku rasakan demikian.
Aku mondar mandir dihadapan nenek sambil ngobrol a,b,c dan berharap amplop merah segera ditanganku namun lama sekali baru aku dapatkan, ternyata menunggu seisi rumah bangun dan amplop itu tidak lagi berwarna merah.

Serentak kami (aku dan kedua siuceku) berhamburan keluar sambil mengucapkan selamat tahun baru dengan girang. Lalu, aku berlari kedapur tempat singgasanaku untuk mengintip apa isi amplop tsb, sambil senyam senyum terlihat dari intipan amplop berwana kecoklatan dan segara aku tutup tak lagi aku intip, karena gak enak kalo ketahuan. Aku menuju kamarku dan kutaruh dibawah bantal. konon kabarnya akan bertambah dan lebih afdol jika di bwah tidur terlebih dahulu.
Amplop emasku


Semoga semua yang menikmati tulisan ini juga mendapat keberuntungan sepertiku mendapatkan amplop dengan bahagia.
SELAMAT IMLEK..!

Tuesday, January 28, 2014

THURSDAY ON TUESDAY

Persaman penyebut itu sering kali salah di dengar. Di akhir tahun lalu DANGER VS GINGER yang mengakibatkan konvlik di pagi hari dengan sang bigbos kali ini between thursday and tuesday...

Entah otakku yang terlalu lemah dalam bahasa international itu atau sang bigbos salah menyebutkan

Hari itu sabtu 25~01~2014
Bigbos memaksaku untuk ikut dinner di luar padahal dia tahu aku paling benci makan malam di luar. Karena seusai makan malam mereka akan belanja di salah satu supermarket aku mengiyakan ajakan itu walau aku tau jam istirahatku pasti berkurang..

Sepulangnya dri supermarket sang bigbos berpesan kepadaku

” nadia.... We will go to china at thursday (tuesday) please prepare your equepment and dennis too ok!!! ”

Ok sir ....”
Jawabku

Senin malam sudah ku siapkan semuanya, sudah pasti kubayangkan betapa suntuknya di china nanti
Dan tibalah pagi..
Aku bergegas dari tidurku untuk segera membersihkan ruangan .
Begitu nyonya keluar aku sudah siap dengan keberangkatan
Koper(kip) ku sudah di depan pintu dan aku pun sudah ganti baju
Tapi .....
Begitu nyonya keluar seraya kaget ...

” lei yiu hoi pin a??? ” tanya sang nyonya
” siong tai lok loh...” jawabku

Tawa lepas nyonya membangunkan bigbos seraya keluar dan bertanya

” mesia kemtaiseng?”  …

” goe a.. Siong tailok yika ” saut nyonya sambil tertawa

”  nadia... Thursday a... Not tuesday... Ti eitch yu ar es di ei way
lei canhai hou kau siu a... Singgey shei a....” bigbos menjelaskan

” haeh.... Sing sang a.... Haji emsai kong yingman hou mou??? Ngo tu sek theng kong cungman cek....!! singgey shei hamai a...?? Tak lah...”
jawabku sambil menuju kamar dan menutup pintu....

The end...!!!!!!

Saturday, January 25, 2014

Kehadiran Jumhur Hidayat ke HongKong Tidak untuk Perlindungan TKI

Siaran Pers 25 Januari 2014
Jumhur Undang Tatap Muka di Hong Kong
PERWAKILAN JBMI WALK OUT
Referensi: Sringatin, Juru Bicara
(+852 69920878)
Sepuluh orang perwakilan Jaringan BMI cabut
UUPPTKILN No. 39/2004 (JBMI) melakukan aksi
walk out di tengah dialog bersama kepada Jumhur Hidayat,
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan
Tenaga Kerja
Indonesia. 

Dialog yang difasilitasi oleh KJRI Hong
Kong pada Sabtu, 25 Januari 2014, pukul 11:30
pagi. Aksi walk out dilakukan sebagai bentuk kemarahan dan
kecaman atas kedatangan
Jumhur ke Hong Kong yang dinilai tidak turut memperbaiki
kondisi kerja Buruh Migran
Indonesia tetapi semata hanya memanfaatkan kasus Erwiana
untuk mencari lowongan kerja di
sektor perawat dan panti jompo. "Kami merasa sangat malu
dengan apa yang
telah Bapak lakukan di Hong Kong. Disaat yang
lain merasa sangat emphatic dengan apa yang
telah terjadi dengan Erwiana, tapi bapak malah
memanfaatkan Erwiana sebagai alattawar untuk
mencari lapangan pekerjaan!" tutur Sringatin
sesaat di tengah perdebatannya dengan Jumhur. 

Kepala
BNP2TKI datang ke Hong Kong dan
bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja untuk
membahas kasus Erwiana. Melalui siaran pers bersama KJRI
di HK, Jumhur juga menanyakan
masalah lowongan kerja di HK.
"Jika Bapak memang ingin memperjuangkan perubahan
kami, mengapa tidak segera
menekan KJRI untuk mencabut aturan
pelarangan pindah agen, memberlakukan kontrak mandiri
dan mencabut KTKLN. Kami
tidak menilai pertemuan ini penting tapi hanya
formalitas semata. Jadi kami tidak perlu ada di
ruangan ini" tegas Sringatin.

Beberapa saat kemudian, seluruh perwakilan JBMI walk out
dan sesampainya dibawah gedung disambut oleh beberapa
BMI dan orang-orang
lokal. JBMI mengadakan aksispontan di depan
gedung KJRI Hong Kong.
"Kami akan terus berjuang sampai tuntutan kami dipenuhi
pemerintah. Sampai Erwiana dan
teman-teman BMI mendapat keadilan" tutup
Sringatin.

Komite Keadilan Untuk Erwiana dan Seluruh PRT
Migran akan kembali menggelar forum pada hari Minggu, 26
Januari di Victoria Park pukul 12:00
siang, kemudian demonstrasi menuju kantor agen Chan Asia
Recruitment Centre dan ke KJRI Hong Kong.

Saturday, January 11, 2014

NASIP DAN PILIHAN KU

Dini, gadis berusia 20 tahun ini memang terkenal nakal di daerahnya,
Lulus SMA bukan nya melanjutkan studynya malah semakin brutal dengan kenakalannya, entah apa yang di pikirkannya ? Semenjak orang tuanya bercerai , Ia lebih sering menghabiskan waktunya dengan hura - hura , pergi ke diskotik, mabuk, bahkan sampai nge - drug .

Dini tinggal bersama ibunya di apartemen berukuran cukup besar di daerah jakarta, ibunya bekerja di sebuah perusahaan garment terbesar di Jakarta, dan ia juga termasuk penanam saham terbesar di perusahaan itu , Nyonya Erna , biasa ia dipanggil.

Sejak kecil Dini tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya , kedua orang tuanya selalu sibuk dengan kerjaan mereka , setiap hari hanya bertengkar dan bertengkar.
Dan selalu mempermasalahkan uang. Sampai keduanya pisah rumah dan bercerai.

Suatu hari Dini bertemu dengan seorang cowok di diskotik tempat dia mangkal bersama teman - tamannya, sebut saja Vino , lelaki berusia 2 tahun lebih tua darinya ini memang lumayan cakep. “ hai cewek, boleh kenalan gak? Sapa Vino, Dini terlihat cuek ,
“ boleh minta nomer hp nya donk, imbuh Vino , Dini mengeluarkan blackbery nya , nomer loe berapa ? Tanya Dini ke Vino . Setelah bererapa menit ngobrol mereka terlihat akrab , bahkan Vino tak segan - segan mengantar Dini pulang  sampai rumah .

Hari demi hari mereka terlihat semakin akrab layaknya orang lagi pacaran, bahkan Dini berani membawa Vino pulang ke rumahnya , pucuk di cita ulam pun tiba , tepat di hari Valentine Vino menyatakan cintanya ke Dini , bagai mimpi , ternyata masih ada yang mau sama guwe “ batin si Dini ! Semenjak mereka berpacaran kebiasaan
Dini ke diskotik mulai berkurang,  dan sejak itu pula
Semua kebutuhan Vino pun dia yang mencukupi tapi tidak untuk Vino, baginya Dini tak lebih dari pemuas kebutuhan birahinya saja, tapi Dini tidak bisa berbuat apa - apa , entah karena apa Dini yang biasanya berani melawan kini seperti di hipnotis saja dia begitu tunduk pada si Vino , hingga suatu malam tanpa sengaja dia memergoki Vino lagi jalan sama cewek lain di diskotik .

Prakkkkkk....sebuah tamparan keras melayang ke muka Vino , dasar b******n , segelas vodka pun melayang ke muka Vino , “ kebetulan loe di sini Din, guwe udah bosen ama loe , dasar cewek bodoh mau aja gue kibulin ,asal loe tau aja gue mau pacaran sama loe cuma mau ama duit loe aja dan kenalin ini cewek baru guweh ” tanpa rasa bersalah Vino memperkenal kan cewek yang duduk di sebelah nya . Dengan rasa marah , Dini berlalu meninggalkan tempat itu .

Seminggu setelah peristiwa itu Dini lebih suka menyendiri, sampai suatu ketika ia memutuskan untuk kabur dari rumahnya . Dengan barang seperlunya dia menuju rumah teman nya di daerah Bandung . Sementara ibunya bingung mencari nya , Dini menelpon ibunya dan mengabarkan bahwa dia baik - baik saja .

Di rumah Astrid , Dini menceritakan semua kejadian yang menimpanya, gadis yang seumuran dengan nya itu malah mengajak nya untuk bekerja ke luar negeri , awalnya dia tidak mau tapi dengan iming - iming kebebasan akhirnya Dini luluh juga , dan menuruti ajakan teman nya itu

2 minggu kemudian , mereka berdua mendaftarkan diri disebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ( PJTKI) di Bandung,
Dini dan Astrid kini sudah berada di penampungan , dan belum terbiasa dengan keadaan di situ , harus berbaur dengan orang banyak , mau makan saja harus antri , mandi juga antri, tidur pun juga dengan alas seadanya , Dini yang berasal dari keluarga konglomerat seakan tidak percaya dengan apa yang dia lakukan saat ini , justru dari situ Dini  bisa belajar dan melupakan kejadian yang di alami nya dulu .  Dini yang selama ini tidak pernah mengerti pekerjaan rumah tangga kini mulai terbiasa.

2 bulan berjalan , akhirnya mereka berdua di berangkatkan . Waktu itu negara tujuannya adalah Hongkong. Setahun berlalu Dini hilang kontak dengan keluarganya, dalam benaknya ia sangat merindukan ibunya , ingin sekali ia menelpon ibunya tapi selalu ia urungkan niatnya.

Denis ....suara itu membuyarkan lamunannya , setahun kerja di hongkong telah merubah penampilannya , Dini yang dulunya terlihat feminim kini berubah menjadi Tomboy. Rambut cepak berwarna kuning,celana belel kaos oblong lengkap dengan segala acecories seperti gelang rantai dan tak lupa tindikan di telinga ,alis,bibir bahkan lidah , bagian punggung pun lengakap dengan tato bertuliskan “Denis”, guwe bayangin aja sampe ngeri hahahhha......yahhhh fashion seperti itu memang lagi ngetreand di negara beton itu, katanya biar terlihat sangar. Mereka lupa kalau senin sampai sabtu kerjaan mereka cuma ngosek wc, Nama Dini pun berubah menjadi Denis, pergaulan bebas membawa Denis sampai  ke dunia pecinta sesama jenis , karena ia merasa trauma sama yang namanya cowok , baginya cowok itu makhluk yang harus di binasakan

Bella ...gadis asal Blitar ini yang menjadi pasangan lesbinya , mereka berdua sudah berhubungan 6 bulan . Dan membentuk keluarga dengan nama “ GOLMEOK ( golongan orang makan enak gak kerja ).  Setiap hari libur mereka selalu menghabiskan waktu untuk hura - hura , biasanya mereka mangkal di salah satu tempat hiburan terkenal di negara itu . Denis beruntung, pertama kali masuk Hongkong majikan nya begitu baik sehingga ia lupa diri dengan keadaannya sekarang.

Sampai suatu hari pasangan lesbi itu bertengkar hanya gara - gara masalah sepele, Denis merasa cemburu karena akhir - akhir ini Bella lebih sering maen sama ayah nya sebut saja Dika , Dika memang ketua dari kelompok itu , tak heran bila dia di sebut ayah , sosok dika memang lumayan terkenal di kalangan mereka , selain cakep juga pintar ngedance...(hahaha gak kalah cakep deh ama guwe)...tak jarang banyak cewek - cewek yang suka sama dia . Tak luput Bella yang sudah kenal Dika sudah hampir 2 tahun . Bila ada masalah dengan Denis dia selalu cerita pada Dika, begitu pula dengan Denis

Bagi Denis mereka berdua adalah orang paling penting dalam hidup nya , karena sejak pertama masuk hongkong mereka yang menemaninya,membantu nya bahkan selama dia masih dalam masa potongan gaji Dika lah yang menghidupinya . Memang Bella lebih kenal Dika dulu ketimbang dirinya . Sampai terlintas di pikiran nya kalau
Bella suka sama Dika, tapi ia selalu menepis pikiran itu .

Tgl 31 Desember 2012 malam itu Denis minta izin majikan nya keluar untuk melihat pesta kembang api , pas banget di malam pergantian tahun itu Bella berulang tahun , setangkai bunga mawar dan boneka beruang lengkap dengan kue tart sudah ia siapkan jauh- jauh hari . Tapi, niatnya pingin ngasih kejutan buat Bella , justru dia yang di kejutkan . ...yups....Denis memergoki Bella sedang bersama Dika tepat di bawah rumah tempat tinggal Bella , yang membuat Denis geram mereka sedang bermesraan . Seperti kerasukan setan ia langsung menonjok muka Dika dan akhirnya mereka saling pukul . Bella yang ketakutan tidak bisa melerai keduanya, tiba - tiba ...woiii ...deng sau ,mo yuk ...gaya polisi hongkong menyuruh mereka berhenti berkelahi . Setelah debat 1 jam akhirnya mereka bertiga di giring ke kantor polisi.
Pihak polisi tidak heran dengan kejadian yang baru saja menimpa Denis, pasal nya sudah sering terjadi .

Naas nasip Denis malam itu , dan ternyata peristiwa itu sudah sampai di telinga majikan nya. Sesampai di rumah , majikan nya sudah tertidur dan esok harinya saat sarapan pagi majikan nya menyodorinya sebuah amplop. Dan ternyata isi surat itu berisi surat interminet untuknya .
Hari itu juga ia harus meringkasi barang - barang nya dan ia di kembalikan ke agennya . Dengan berlinangan air mata ia meminta maaf kepada majikannya , sebelum meninggalkan pintu rumah majikan ia memeluk anak asuh nya “ bye - bye , sailo !!!  Denis pun berlalu

Selang 1 tahun kemudian,
Dini ...teriak salah satu temannya
Terdengar nyanyian “ aku migran indonesia , aku punya cita - cita , punya sawah , punya mobil ,jadi menteri atau bupati ...dst...”

Dini kini aktif menjadi aktivis pembela buruh migrant di hongkong , ia tergabung di organisasi PILAR ( Persatuan Bmi HK Tolak overcharging). Dini sendiri pun kini lebih fokus dengan kegiatan yang positif dan memperjuangkan hak - hak buruh migrant di hongkong .
Sejak kejadian yang menimpanya 1 tahun yang lalu , Dini menyadari bahwa semua yang telah terjadi adalah sebuah pelajaran baginya , sosok Dini pun jauh berbeda,  kini dia menjadi lebih dewasa terlihat lebih sopan , cantik dan ramah . Kakak Dini ...biasa ia di panggil teman seperjuangannya .

Tamat.

By: gaplex

Thursday, January 9, 2014

Mengunjungi Pulau Kecil nan Elok, CheungChau

Bertepatan dengan membuka lembaran baru di tahun 2014 tepatnya pada Rabu 1 Januari 2014 'new year', kami satu group dari BTM Pilar mengadakan refresing ke Cheung chau.

Waktu membangunkanku dipagi hari, selepas semaleman tak dapat memejamkan mata karena terbayang indahnya tempat yang akan kudatangi  rekreasi, hal ini sudah menjadi tradisi saya, jika mau bepwrgian pasti sulit untuk tidur. Kami bertemu dengan kawan2 sekitar 12 orang di Stasiun Kereta Api Central jam 11 dilajutkan menuju ke pelabuhan untuk menyebrangi lautan dengan naik kapal laut. Tidak ada yang pernah berkunjung ke tempat tersebut dari kami sehingga membuat perjalanan agak lamban namun jiwa dan semangat ini tetap tinggi untuk jelajah daerah baru
ferry pier Central, HongKong
menuju ferry pier

diatas kapal laut
 

Perjalanan ditempuh 30menit dengan naik ferry nomer 5 dengan biaya HK$22.80. Setiba di Cheung Chau kami mencari tempat untuk berteduh dan menyantap bekal yang kami bawa dari rumah, banyak toko asesoris disana, letaknya tepat di pinggir laut selepas kita mendarat mulai dari gelang, kalung, baju, tas dan sebagainya. Tidak lagi merasakan hawa dingin meski cuaca menunjukkan 15 derajat celcius. Lalu lalang pendatang menyaksikan lion dragon cukup menjadikan penghangat selain sinar matahari.
dibawah pohon beringin
toko asesoris 
rumah makan
Becak gandeng
 

Seusai menghabiskan bekal kami melanjutkan perjalanan menuju pantai yang dimana pasir nya dipenuhi oleh batu hijau semacam giok, wonderfull. dan karang-karang yang menjulang tak lelah diterpa ombak. Kami naik diatas batu karang untuk istirahat, celoteh kawan2 mulai menghiasi keindahan alam yang sejuk dan damai. Cerita masa kecil ketika dikampung yang dimana kehidupan kita masih terbelakang, ada yang menimba air sumur hingga jatuh ke dalam sumur, ada yang airnya terasa asin, ada juga mengatakan di indonesia ada sebuah tempat rekreasi yang dimana terdapat air yang bisa memperbesar payudara jika dioleskan hahhahaaaa gelak tawa kawan2 mengelegar saat mendengarnya, akupun tertawa ngakak di bawah sengatan matahari. Cukup menghibur meski hanya sebuah cerita.
batu hijau,unik

pantai berbatu giok
dinginnya air laut
jambu biji dan melihat ombak
keindahan laut 
diatas batu karang

Setelah penat diatas batu karang , kami melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan khas yang ada di daerah tersebut; yitan raksasa (pentol ikan) dan masih banyak jenis makanan lainya. Dalam keasyikan bermain waktu telah menunjukkan pukul 4.30 sore tibalah saatnya kita untuk pulang.




Lain kali pasti akan aku kunjungi lagi tempat tersebut. asyiik dan indah

Wednesday, January 8, 2014

Tawa lepas dalam kebersamaan

Letih itu saat satu minggu menjalani tugas
Penat itu saat satu minggu mendengarkan ceramah gag jelas

Tapi......
letih ini
Penat ini
Slalu musnah ketika hari minggu tiba

Canda ...
Gelak tawa....
Tak memberikan celah dalam kesunyian

Terasa hangat indahnya kebersamaan
Walaupun kadang perbedaan menantang
Itulah sisi kehidupan....

Hari itu 05~01~2014

Suhu udara sekitar menunjukkan di angka 15°
Cukup dingin karena memang sudah musimnya,
Tapi kebersamaan itu menghadirkan kehangatan
Yang tak kalah dengan duduk santai sambil berapi.

Tiap kali berkumpul dengan mereka seolah lepas segala penat di dada
Canda tawa itu selalu mengiringi di setiap kata
Dia , dia, dia..... Hei kamu...

Yang centil....., lucu....., nggemesin..., nyebbelin....,

Selalu ada aja perdebatan argumen yang bikin
Otot ototan (ngeyel…)*
Namun ujungnya selalu tawa lepas yang tercipta :-D
Tak heran ketika pulang liburan selalu dirindukan
Kapan hari itu datang?? :-)

Tak ada hari istimewa selain bersama kalian
Tak ada canda tawa selepas saat bersama kalian
Tak ada kesedihan walau hidup penuh beban
Inilah kisah kami dalam suatu kebersamaan.

:-D

Semoga kebersamaan ini tetap terjaga
Dalam satu jembatan meraih asa dan cita!!!

Kayao........!!!!**********