Monday, March 24, 2014

EYD DI BTM

Minggu, 23 Maret 2014, kini giliran BTM ( Beringin Tetap Maju ) untuk latihan kepenulisan. Acara yang cukup singkat tapi bermanfaat. Kali ini yang menjadi pembimbing adalah Fera nuraini dan Romo waris.

Acara ini diadakan dimarkas BTM, tepatnya di dekat prau - prauan Causeway Bay, dimulai pukul 11.00 - 14.00 dan dihadiri 25 orang peserta yang termasuk anggota BTM dan juga massa luar yang ikut bergabung.

Menurut Romo Waris menulis itu mengembangkan apa yang ada dalam pikiran kita dan biarkan dia mengalir. Ketika masih dalam tahap pembelajaran kita jangan takut untuk menulis.

Sedangkan menurut Fera Nuraini  menulis itu seperti memasak, kita harus menyiapkan bahan - bahan terlebih dahulu agar saat menulis kita bisa tahu alur dan isi dari tulisan tersebut. Selain itu menulis  juga bisa dijadikan terapy.

Dalam menulis kita mempunyai karakter sendiri - sendiri, ada yang lebih suka menulis berita, kisah, humor, namun sering kita lupa memperhatikan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan). Seperti penulisan huruf besar , tanda koma , tanda titik, Dan hal inilah yang sering di keluhkan bagi pemula contohnya : saya sendiri ....hahahahah..

Setelah selesai acara di tutup, di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman saat menulis.

Harapan kami setelah di adakan training kepenulisan ini, kami bisa menulis dengan baik dan lebih semangat lagi,  tidak merasa minder dengan apa yang telah kita tulis .

Semoga program training kepenulisan ini bisa menjadi acara rutin dari kami .

salam kompak selalu dari BTM


Korban potongan 7 bulan

Hong Kong, tujuan negara yang kupilih setelah sebelumnya saya bekerja di negara Singapura. Waktu itu setelah lulus sekolah di sebuah SMK di kota Ponorogo. Perkenalkan saya Ian tapi kawan-kawan lebih akrab memanggil Reyge sesuai nama di facebook saya. Saya BMI Hongkong yang bekerja mulai tahun 2004. Pertama kali masuk kerja di majikan yang tinggal di daerah Tsim Sha Tsui Hong Kong. Sebenarnya saya sudah bisa menyesuaikan dan beradaptasi. Khususnya dengan keluarga majikan dan kelihatan baik-baik saja. Libur penuh sebulan 4 kali serta publik holiday. Tapi entah mengapa saat terakhir pembayaran utang potongan 7 bulan di Bank Niaga selesai saya dipulangkan ke ejen atau tepatnya di interminit. Tanpa banyak tanya uang sisa gaji dan tiket saya terima karena harus kembali ke PT lagi di Indonesia. Waktu itu saya di carikan majikan lagi dan kata agen harus menunggu visa di Indonesia. Kalau ingat kejadian ketika itu saya sendiri menurut saja di lempar kesana kemari seperti barang dagangan. Tapi jika dipikir secara logika timbul juga pertanyaan apakah karena saya yang bodoh karena tidak mengetahui aturan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Hong Kong, atau memang tahun 2004 sistem nya begitu. Setiap BMI yang diinterminit langsung pulang ke PT dan contohnya kawan-kawan ku memang seperti itu.

Akhirnya sampai di PT saya memulai lagi belajar sambil menunggu visa turun. 3 bulan kemudian ada panggilan untuk bisa bekerja kembali ke Hong Kong. Bahagia sekali saat itu. Dalam fikiran saya hanya bisa mencari uang demi keluarga. Ibu dan Bapak dengan ikhlas melepas kepergian walau hanya lewat telpon umum atau biasa disebut Wartel. Mungkin ada dari kawan-kawan pembaca pernah mengalami kejadian ini?

Setibanya di Bandara yang kedua kalinya, perasaan canggung dan takut sudah mulai berkurang. Agen yang baru langsung menjemput dan mengantar saya tes kesehatan. Setelah 3 hari di agen barulah keluarga majikan baru saya yang tinggal di Taipo New Teritories menjemput untuk memulai bekerja. Ternyata majikanku adalah orang yang cukup kaya. Lebih kaget lagi ternyata sudah ada satu pembantu lain yang sudah setahun bekerja di sana. Yang pasti terkejut itu karena setauku tidak ada keterangan dari pihak PT bahwa ada 2 pembantu. Tapi majikanku kelihatannya baik hati akhirnya saya bungkam. Ya sudahlah. . .
Rumahnya lumayan besar. Rumah 3 tingkat dengan taman, dan tempat jemuran di lantai ke 4. Lengkap dengan kura-kura dan juga aquarium ikan hias. Lantai paling bawah di tempati kakek nenek dan juga keponakan majikan perempuan yang baru sekolah Secondary School. Lantai kedua ditempati anak pertama majikanku yang berumur 18 tahun. Kamar pembantu juga terletak di lantai kedua ini. Lantai ketiga adalah rumah majikanku bersama kedua anak-anaknya yang berumur 2 dan 5 tahun. Tapi semua saya jalani dengan lancar dan tidak ada masalah. Potongan 7 bulan kembali saya selesaikan dengan ikhlas. Hanya saja setelah kontrak kedua selesai, saya memutuskan untuk mencari pengalaman baru dengan mencari majikan baru karena di majikan ini libur ku cuma sebulan sekali.

Setelah di majikan baru di daerah shatin saya mulai bisa menikmati libur sebulan 4 kali walaupun terkadang hari sabtu. Sampai finish kontrak pertama saya mengambil cuti pulang indonesia. Saat pertama KTKLN mulai terdengar tapi saya lolos di bandara tanpa kartu itu. Kontrak keduapun tak ada masalah selama di majikan dan mulai mengenal Organisasi Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) Hong Kong.

Dari pengalaman itu, saya merasakan kejanggalan dengan potongan 7 bulan saya menjadi 14 bulan. Bodoh sekali.

Manfaat berorganisasi bagi saya benar-benar terasa. Mengetahui hak-hak kita sebagai BMI sangatlah penting.

Semangat buat kawan-kawan semua, jangan ragu untuk bergabung di Organisasi yang memperjuangkan hak-hak BMI.

We are worker, We are not slave.



Bekerja Dua Rumah Itu Menyalahi Aturan

2004, Saya tiba di Negara bethon yang terkenal dengan aktor Jacky chan, yaitu Hong Kong. Dimana Negara ini adalah Negara kedua saya mencari nafkah setelah saya bekerja di Singgapore.

Sampai di bandara Hong Kong, jam 2 siang, saya di jemput salah satu staf agen dari Megasie, tempatnya di Biulding Sugar street Cousewa Bay. Sambil menunggu jemputan sang majikan saya di suruh duduk di rungan kecil, tanpa teman dan dengan pesan jangan main telpon genggam, saat di panggil staf harus bilang yes mom, kalau mau keluar ke kamar mandi harus minta ijin staf dulu. "Iya" semua jawabku.

Jarum jam menunjukkan pukul 05.00 pm. Saya di panggil staf suruh bawa tas rangsel saya, ternyata Mr Lam, majikan laki-laki saya yang menjemputku. Sambil interview di dalam MTR (Mass Tranportasion Rail) sebutan jawanya naik sepur, menuju alamat rumah yang di cantumkan yaitu di Hang Fa chuen. Dari menanyakan sudah makan atau belum sampai pengalaman kerja saya sebelumnya. Dan Mr Lam dengan bahasa inggrisnya, I Choose you becouse you can speek in english and experience take care two children, yang artinya aku memilih kamu karena pengalaman kerja menjaga anak dan kamu bisa bahasa inggris.

Sesampai di rumah majikan saya di kasih jadwal kerja dan harus menulis jam berapa aku selesai jam berapa pula aku mulai melakukan aktifitas kerja, majikan perempuan saya seorang guru, majikan laki-laki saya pegawai Imigrasi. Job saya yang tercntum di kertas hijau atau sering di sebut kontrak kerja yang isinya yaitu di rumah ada 2 orang dewasa dan menjaga 2 anak perempuan semua. Dan di dalam kontrakku tidak tercantum bekerja di rumah Popo setiap jam 3 sampai malam.

Tiga minggu sudah saya bekerja di rumah majikanku, dengan aktifitas pagi harus ngantar anak sekolah dari Hengfa chuen ke fortress Hiil tempat sekolah anak-anak sepulang ngantar sekolah harus membersihkan rumah, dan di sore harinya sampai malam saya harus kerumah Popo/ibu dari majikn perempuan, di Chaiwan Lokhinterece tepatnya, untuk membantu memandikan dan masak malam di rumah neneknya. Senang saja karena ini perintah majikan dan dalam pikiran saya selagi saya nurut apa yang majikan perintahkan, majikan pasti baik dengan saya. Tapi nurutpun aku tetap jadi tempat amarah majikan saya.

Dengan aturan majikan yang tidak boleh memakai bahasa kantonis, untuk bahasa sehari-hari dengan anak asuhku. Dengan model tomboy aku sering di panggil koko sama anak asuhku tapi setiap ketahuan sama majikanku pasti kita bertiga dapat hukuman berdiri di dekat pintu dapur, selama setengah jam lebih. Begitu juga saat saya keceplosan ngomong dengan bahasa kantonis contohnya" mumui lei faiti co kungfo, dan saat itu juga terdengar sama majikanku saat itu juga, saya di suruh menulis kata-kataku tadi dalam bahasa inggris 3 lembar folio bolak-balik. Saya sering dapat hukuman lainnya selama 1 tahun di majikan ini.

Hak liburku yang di sunat yang seharusnya full, pagi saya harus membatu pekerjaan di rumah nenek jam 3 sore baru keluar rumah dan jam 7 malam harus sudah menyiapkan makan malam mereka. Bukan hanya pekerjaan rumah saja, yang harus saya tulis setiap harinya tapi juga kemana saya libur jam berapa, sama siapapun saya harus menulis dan tulisan itu harus dikasihkan sama majikan. Saya mengeluh merasa tidak punya kebebasan dalam liburku, dalam batinku tidak bekerja, tidak libur saya harus menjadwal diri. Unhappy itu pasti dan berkepanjangan. Kerjaan kena cacat terus dan selalu tidak ada benarnya walaupun saya harus melakukan  pekerjaan itu seperti lari estafet.

1 tahun 10 bulan saya memutuskan kontrak, alasanku karena terlalu capek hati dan pekerjaan. Saat itu saya belum mengenal banyak teman karena libur saya setengah hari kadang sabtu, kadang minggu bahkan hari biasa.  Setelah saya keluar dari majikan dan saya kembali ke agen untuk mencari majikan lagi saya di sarankan agen untuk menunggu visa di Macau.

Saat saya di macau saya kenal dengan seorang teman dari organisasi dan saya di ajak bergabung di organisasi akhirnya setelah saya kembali ke Hong Kong saya benar ikut kegiatan di organisasi. Dari belajar memahami hak dan perturan hukum di Hong Kong.

Setelah sadar hukum, kalau ingat saya di perlakukan majikan seperti itu rasanya tidak terima. Tapi setelah saya di organisasi saya paham bahwa saya di pekerjakan seperti itu ilegal dan tidak boleh, karena di job kerjaku merawat 2 anak dengan alamat Heng Fa chuen. Tapi saya harus kerja dua rumah yang satu itu bukan job saya.

Pentingnya berorganisasi itu, tidak hanya untuk berkumpul dengan teman saja, ternyata bisa membuat diri kita sendiri paham apa yang seharusnya menjadi hak kita. Selain itu bisa membantu menyarankan kawan-kawan kita yang berkasus lainnya.

Pengalaman adalah guru terhebat bagi diri sendiri. Dan bagi kawan-kawan yang belum berorganisasi mari gabung bersama kami di Organisasi BTM- PILAR.

Semangat kak Sumber itu dukungan dari kawan-kawan.

3 Jam Bersama BTM-PILAR

Begitu semangat para anggota BTM-PILAR hari ini Minggu, 23 Maret 2014 pukul 11-14 siang. Mulai dari pagi terlihat mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti training kepenulisan bersama Romo Waris dan Fera Nuraini.

Memang dari seminggu sebelumnya kegiatan ini sudah kami nantikan. Sebagian yang sudah berkumpul di tempat acara tepatnya di dekat prau-prauan Cosway Bay menyempatkan diri sarapan pagi bersama.

Belajar menulis bersama yang dihadiri 25 anggota BTM sendiri dan kawan-kawan BMI dari luar organisasi ini dimulai dari perkenalan diri. Setelah itu acara dimulai. Romo Waris dan Fera Nuraini secara bergantian menjelaskan tahapan dalam menulis. Apa yang ada di dalam otak bisa dialirkan dalam sebuah tulisan. Manfaat menulis bisa menjadi therapy dan hiburan.

Selain itu menurut Fera Nuraini, gaya bahasa menulis setiap orang bisa berbeda. Keluhan yang sering terdengar dari kawan-kawan yaitu tidak percaya diri mempublikasikan tulisan mereka, padahal sudah punya tulisan. Menulis juga harus melalui proses. Tidak langsung sekali menulis tulisan menjadi bagus. Karena kebiasaan dan kemauan kita mudah untuk menulis. Bisa karena terbiasa. Jika terbiasa menulis, ada bahan kita bisa langsung menuliskan. Menulis pada dasarnya mengandung enam unsur berita, yakni what, who, when, where, why, dan how. Rumusan ini biasa disingkat menjadi "5W 1H". Tentang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bisa dipelajari soal ejaan tentang titik, koma, huruf besar dan penggunaannya dengan sering membaca.

Kesimpulannya jangan pernah takut untuk menyalurkan kebiasaan menulis. Semakin sering menulis, pelan-pelan kita bisa belajar menulis yang baik.

Setelah selasai penjelasan dari mereka, ada sesi tanya jawab. Jam 2 siang tepat acara ditutup. Ternyata banyak sekali manfaat belajar kali ini.  Pokok bahasan tentang training kepenulisan menjadi penyemangat dalam mengembangkan kreatifitas berkarya lewat tulisan.

Ada pesan singkat tambahan dari Ketua Beringin Tetap Maju (BTM)-PILAR kak Sumber, jangan pernah menyerah untuk belajar tanpa mengabaikan atau ceroboh melaksanakan tugas-tugas kita sebagai BMI disaat bekerja di rumah majikan.

Tetap semangat kawan-kawan. Jadikan kemauan menjadi penyemangat.