Kesetaraan hak antara kaum perempuan dan laki-laki, atau dikenal dengan istilah emansipasi, menjadi pergerakannya. Wanita yang dulu hanya bisa hidup di dapur, sumur dan kasur, kini bisa menjadi tulang punggung keluarga. Layaknya kita yang menjadi buruh migran.
Pada hari Minggu, 27 April 2014, Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) dan OI Merah Putih Hong Kong merayakan hari bersejarah itu dengan berbagai perlombaan. Acara ini dimulai pada pukul 11 pagi dibuka dengan Doa dan tarian "One Billion Rising" (OBR).
Berbagai perlombaan yang di gelar antara lain: lomba kebaya, makan krupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, menyumpit kelereng, memakai make-up dan joget koran. Masing-masing pemenang perlombaan mendapatkan bingkisan menarik dari panitia.
![]() |
| memasukkan pensil dalam botol |
![]() |
| Memakai jarik dan kebaya |
![]() |
| lomba makan krupuk |
![]() |
| lomba menyumpit kelereng |
![]() |
| Lomba merias wajah |
Menurut Kak Sumber, selaku panitia, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat tali silahturahmi antar anggota BTM dan OI Merah Putih. Juga mempererat tali silaturahmi buruh migran pada umumnya. Selain silaturahmi, acara kemarin juga memiliki tujuan lain yaitu mengkonsolidasi massa sekitar untuk menyambut May Day. Agar mereka ikut serta dalam aksi yang akan di gelar pada 1 mei mendatang.
May Day ialah Hari Buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Hari tersebut ditetapkan menjadi hari libur nasional di berbagai negara. Namun sejak masa orde baru Indonesia tidak mengakui May Day sebagai hari libur nasional baru pada tahun 2013 telah diakui menjadi hari libur nasional.
May Day lahir dari perjuangan berbagai kalangan pekerja yang ingin mendapatkan hak-haknya. Pada abad 19 perekonomian dunia mengalami perkembangan drastis. Terutama di negara-negara kapitalis, seperti negara-negara di Eropa dan Amerika utara. Namun bersamaan dengan hal tersebut lahirlah berbagai persoalan. Terutama yang menyangkut hidup pekerja. Misalnya, pengetatan disiplin kerja, gaji rendah dan kondisi kerja yang buruk. Hal ini mengakibatkan para pekerja melakukan perlawanan.
Pada tahun 1906 para pekerja melakukan pemogokan kerja. Mereka menuntut jam kerja diturunkan dari 19 -20 jam perhari menjadi 8 jam perhari. Pada kongres pertama kali di Genewa pada tahun 1967, 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh sedunia.
SELAMAT HARI BURUH SEDUNIA.
SERUKAN SUARAMU DAN TUNTUTLAH HAK-HAKMU.





