Sebut saja Nanda, gadis berusia 30 tahun ini biasa di panggil teman dekatnya.
Entah karena masalah apa? sehingga ia harus pergi merantau meninggalkan keluarga untuk waktu yang sangat lama. Mungkin sudah hampir 13 tahun ia tidak bertemu dengan keluarga nya di Indonesia.
Nando biasa ia di panggil teman-temannya di hongkong, karena sudah terlalu lama menetap di negara orang, kini dia pun terbiasa menikmati kehidupan di negara tempat ia tinggal sekarang .
Pergaulan di Hongkong yang terlalu bebas, membawanya kedunia pecinta sesama jenis atau lesbian. Kini ia berpenampilan tomboy, mungkin sudah banyak wanita yang sudah jadi mangsanya. Karena dia termasuk orang yang licik hehehe dalam arti suka ngebohongi kawan dekatnya sendiri demi kepentingan pribadinya.
Suatu ketika aku di kenalkan dengan dia oleh teman ku sebut saja namanya Heri, Heri itu teman dari teman akrabku biasa di panggil flow akrabnya, hanya sekilas berlalu cerita kita bertiga, hari berganti hari sering ngobrol lewat telephon genggam atau Ha Pe, mengingat satu dengan yang lain pakai cerita masa lalu antara lucu dan nyata.
Suatu ketika Nando, yang sudah bergabung di organisasi di Victoria Park tepatnya di Couseway Bay, dan manisnya ajakan Nando untuk mengajakku bergabung dengan kawan-kawan di organisasi, akupun masih cuek dan tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya.
Lama-lama asyik juga yaa kawan sekitarku, tidak sombong, makan satu plastik bersama, canda tawa mereka merubahku menjadi tertarik dan akhirnya aku putuskan untuk bergabung dan mengisi formulir pendaftaran di organisasi BTM Beringin Tetap Maju namanya, yang bergabung di bawah naungan aliansi PILAR HK.
Dua tahun aku bergabung di organisasi banyak hal yang ku dapatkan dari yang senang, susah, capek, sekaligus kekeluargaan, akupun aktif tiap minggunya untuk mengikuti kegiatan yang di adakan di BTM sendiri ada lomba, latihan ngedance, aksi, latihan bodymovment, training hukum dan masih banyak lagi kegiatan positif di dalamnya senang itu saat bergelut dengan masa sekitar.
Waktu berganti, kembali ke Nando tadi, dia adalah orang yang membawaku ke organisasi tapi dia sendiri tidak konsekuen dengan apa yang menjadi aturan di organisasi, suatu hari dia mengenal anggota PILAR lainnya yang berbeda organisasi. Nando cukup di kenal kawan-kawan di lapangan semenjak dia gabung di BTM.
Teguran, saran dan juga masukan telah kita kasih kepada dia karena saking nggak tau di sayang ya mungkin dia dah bisa berdiri sendiri tanpa kita.
Satu bulan kebelakang kita tidak merespon apa yang menjadikan dia harus keluar dari BTM.
Prinsip kita jangan merespon orang yang tidak bisa di pegang kata-katanya. Tugas kita masih banyak untuk mempertahankan kawan-kawan yang mau berjuang dan belajar bersama BTM.
Pesanku tetap semangat untuk tetap memperjuangkan hak buruh migrant dengan berorganisasi.