Tuesday, April 29, 2014

Merayakan Kartini Menyongsong MAy Day

Kartini adalah keturunan seorang bangsawan dan dikenal sebagai pelopor penyemangat perempuan di Indonesia. Ia lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Kemudian,  tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari bersejarah di Indonesia yakni Hari Kartini.

Kesetaraan hak antara kaum perempuan dan laki-laki, atau dikenal dengan istilah emansipasi, menjadi pergerakannya. Wanita yang dulu hanya bisa hidup di dapur, sumur dan kasur, kini bisa menjadi tulang punggung keluarga. Layaknya kita yang menjadi buruh migran.

Pada hari Minggu, 27 April 2014, Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) dan OI Merah Putih Hong Kong merayakan hari bersejarah itu dengan berbagai perlombaan. Acara ini dimulai pada pukul 11 pagi dibuka dengan Doa dan tarian "One Billion Rising" (OBR).

Berbagai perlombaan yang di gelar antara lain: lomba kebaya, makan krupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, menyumpit kelereng, memakai make-up dan joget koran. Masing-masing pemenang perlombaan mendapatkan bingkisan menarik dari panitia.
memasukkan pensil dalam botol

Memakai jarik dan kebaya

lomba makan krupuk

lomba menyumpit kelereng

Lomba merias wajah

Menurut Kak Sumber, selaku panitia, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat tali silahturahmi antar anggota BTM dan OI Merah Putih. Juga mempererat tali silaturahmi buruh migran pada umumnya. Selain silaturahmi, acara kemarin juga memiliki tujuan lain yaitu mengkonsolidasi massa sekitar untuk menyambut May Day. Agar mereka ikut serta dalam aksi yang akan di gelar pada 1 mei mendatang.

May Day ialah Hari Buruh sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Hari tersebut ditetapkan menjadi hari libur nasional di berbagai negara. Namun sejak masa orde baru Indonesia tidak mengakui May Day sebagai hari libur nasional baru pada tahun 2013 telah diakui menjadi hari libur nasional.

May Day lahir dari perjuangan berbagai kalangan pekerja yang ingin mendapatkan hak-haknya. Pada abad 19 perekonomian dunia mengalami perkembangan drastis. Terutama di negara-negara kapitalis, seperti negara-negara di Eropa dan Amerika utara. Namun bersamaan dengan hal tersebut lahirlah berbagai persoalan. Terutama yang menyangkut hidup pekerja. Misalnya, pengetatan disiplin kerja, gaji rendah dan kondisi kerja yang buruk. Hal ini mengakibatkan para pekerja melakukan perlawanan.

Pada tahun 1906 para pekerja melakukan pemogokan kerja. Mereka menuntut jam kerja diturunkan dari 19 -20 jam perhari menjadi 8 jam perhari. Pada kongres pertama kali di Genewa pada tahun 1967,  1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh sedunia.

SELAMAT HARI BURUH SEDUNIA.
SERUKAN SUARAMU DAN TUNTUTLAH HAK-HAKMU.

Friday, April 11, 2014

Gajian Bersyarat

  Ting-tong. Suara bel rumah berbunyi, sepertinya majikanku datang. Ditengah kesibukanku tengah bikin cilok. Makanan khas jawa tengah ini, membuatku harus segera meringkas setiap barang yang telah kupakai lalu buka pintu. Kupersilahkan Nona masuk, dan aku segera menyiapkan makan malam.

Setelah semua menu tertata di atas meja, kupanggil Nona, Tuan, Nenek untuk segara makan malam. Merekapun datang lalu makan bersama. Obrolan dibuka untuk menghangatkan suasana makan malam.
ditengah riuhnya suasana siuce angkat bicara.

"Amey" dia memangilku.
"ya, ada apa siuce" jawabku lirih sambil ngunyah makanan.
"Besuk kita bagi tugas" lanjutnya.
"Ada apa?" jawabku sambil mlonggo.
"Aku ke Bank gaji kamu, dan kamu cuci AC dirumah" tegasnya.
"Oh. Ok!" sambutku mengiyakan.
Dalam batinku ngerundel, maki-maki dia kanapa harus nunggu gajian baru memberiku kerjaan.


Tuesday, April 8, 2014

BERIKAN KEBEBASAN ERWIANA

Kami atas nama Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR HK) Mengecam tindakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI-HK) atas perlakuan yang membelah tim Erwiana saat tiba di HongKong menjadi 2 bagian. Antara Erwiana, bapak, pengacaranya dengan Ryan (penolong Erwiana), Iwenk JBMI.

Konsulat memaksa Erwiana untuk tinggal bersamanya, sementara pilihan tinggal dengan Mission di abaikan dan bahkan dilarang oleh Konsulat.

Selain itu Erwiana juga ditahan oleh konsulat dan dilarang untuk interaksi dengan JBMI ataupun BMI lainnya.

Kami dari organisasi BTM-PILAR menuntut agar dibebaskan Erwiana dari sekapan KJRI sekarang juga.

JUSTICE FOR ERWIANA!

Statement di atas sebagai pernyataan yang mewakili Organisasi Beringin Tetap Maju (BTM-PILAR) Hong Kong. Kemarin, Senin 07 April 2014 tim Erwiana tiba di Bandara Hong Kong namun dengan paksa pihak KJRI menggelandang Erwiana dan Bapaknya ke mobil dan langsung menuju ke kantor Konsulat. Perlakuan intimidasi yang dilakukan KJRI ini membuat kami para BMI semakin tidak mengerti. Padahal Erwiana berhak memutuskan dengan siapa dan dimana dia tinggal.

Bebaskan Erwiana, dia bukan tahanan ataupun teroris.

Justice for Erwiana, Justice for All Migran Worker.