Sebagian Buruh Migran Indonesia yang bekerja di Hong Kong menolak adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pada Tanggal 17 November 2014 dini hari, Presiden Jokowi mengumunkan kenaikan harga BBM dari Rp 6.500,00 menjadi Rp 8.500,00 dan sesampai di pelosok desa, pegunungan menjadi Rp 9.000 atau bahkan Rp 10.000. Yang dimana penaikan harga ini akan memicu naiknya kebutuhan pokok lainnya.
Mayoritas kami disini, berasal dari rakyat miskin yang merantau dengan berbagai permasalahan. Meninggalkan keluarga demi kelangsungan hidup, meninggalkan bapak ibu, anak, suami yang dimana mereka tidak mempunyai penghasilan atau pekerjaan. Kami adalah tulang punggung bagi mereka.
Alasan umum BMI menolak adanya penaikan ini ialah karena jika kebutuhan pokok di Indonesia melambung tinggi secara otomatis akan menambah beban terhadap BMI yang biasanya mengirim uang sedikit menjadi bertambah banyak. Sementara gaji yang diterima tidak bertambah. Hal ini sangat membuat buruh migran semakin tertekan.
Berikut adalah pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Organisasi Massa di Hong Kong.
Pernyataan BTM PILAR HK : Kami Menolak Kenaikan Bahan Bakar Minyak ( BBM ).
Tepat senin malam 17 November 2014, Presiden Jokowi resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan kenaikan harga premium/bensin sebesar 30%, naik Rp. 2.000, begitu juga dengan harga solar yang juga naik Rp. 2.000/liter. Rakyat Indonesia termasuk BMI kembali dipaksa untuk menghadapi kenaikan harga BBM yang disusul dengan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya yang dipastikan akan menambah beban penderitaan rakyat.
Bagi BMI, yang rata-rata kondisi umumnya berasal dari rakyat miskin dan menjadi tulang punggung keluarga tentu saja akan memaksa BMI untuk menambah jatah pengiriman uang ke tanah air, karena keluarga di Indonesia membutuhkan biaya yang lebih akibat kenaikan harga bahan pokok. Disisi lain, BMI tengah berjuang untuk memperbaiki upah yang hingga hari ini juga belum terpenuhi. Kebutuhan pokok semakin melambung tinggi sementara upah BMI tidak mengalami kenaikan, ini akan memperburuk kondisi BMI.
Maka dari itu, BTM PILAR HK menyatakan:
1. Menolak kenaikan BBM, batalkan kenaikan BBM.
2. Menuntut Perlindungan Sejati dan Kesejahteraan BMI dan keluarganya.
3.Naikkan gaji BMI.
4.Turunkan dan kendalikan harga-harga kebutuhan pokok rakyat.
No comments:
Post a Comment