Wednesday, December 11, 2013

Pembukuan mimpi

Dipagi buta tidak ku jalankan tugas rumah. Aku berjalan menghampirimu sahabat untuk menunggumu bngun dan membantumu memberesi kamar tidur yang basah.
Ketika sekeranjang baju kotor telah kau angkat, engakupun berlalu pergi. Dengan lunglaipun aku meninggalkanmu.

Dalam perjalanan pulang dibawah pohon cengkih dipinggir jalan bertemu dengan 2 orang anak yang tidak lain keponakanku sendiri.  Dalam hati aku berkata saat menatap mereka kenapa aku meninggalkan kalian dipagi buta sesalku dan mereka bersamanya sedang memunggut ribuan buah cengkih yang jatuh.
Aku berdiri bersandar dibawah pohon kelapa sambil main hanpon lalu Dia mengambil tempat terdekat dariku sambil melanjutkan aktivitasnya dan berkata “ Akan kupakai beli tiket pulang ke rumah” katamu menyampaikan kegunaan buah cengkih tersebut. Yang dimana rumahmu waktu itu di Nusa Dia Bali. Serentak kuangkat kepala dan kutatap dia dengan sinis aku berkata “sudah..! pulang saja akan kubelikan tiketmu”. Kau nampak bingung dengan nada tersendat kau bicara “aku akan pulang bersama dia” sambil menoleh ke pohon cengkih yang ternyata ada seseorang sedang turun menemuimu dan aku bilang “iya berdua” dengan tegas aku ungkap tanda harapan kau segera pergi.
Namun kau tak mampu bicara apapun dan aku balikkan badan kutinggalkan kalian sambil berlari.

Jiwa ini terasa lebur dan hampa. Kutelusuri jalanan penuh rumput meski yang bersih juga bersebelahan dan gak menyangaka aku terjelungkup perlahan aku berdiri dan dihadapku berdiri ibu kedua anak itu dari jauh terdengar pesan “kakak jika ketemu ibu, suruh segera kesini menjemputku” dan dengan lantang aku berseru “cepat kesini ibu disini”. Sehati dalam batinku

berakhirlah mimpiku di malam tadi.
11 desember 2013

No comments:

Post a Comment