Tepatnya pada tanggal 20 september dari pagi aku sengaja bangun telat karena tempatku begitu dekat. Pembelian tiket dan juga antri bus menjadi tugasku sambil menunggu yang lain datang.Karena kereta gantung yang biasa di tumpangi sedang di renovasi, mau tidak mau harus antri bus yang seperti ular disambung 1 juta ekor.
2 jam telah berlalu akhirnya Eri datang menghampiriku sebagai teman ngobrol dan cengar cengirku ilang. Kami bagi tugas Eri sebagai penjemputan dan aku tetep bertahan dalam antrian dan akhirnya rombongan yang ditunggu datang peluk sapa yang pasti sumringah kami mengelegar. Tanpa sadar Eri belom kembali sementara kami sudah di pintu masuk bus akhirnya kami panik dan ribut. Ternyata masih menunggu tertinggal 1 orang dalam perjalanan, antrian kami 15 orang lumayan ribut dan beberapa bus melitas di hiraukan dan akhirnya petugaspun mulai menegur. Alhasil kami langsung masuk bus dan Eri menuju bus dengan mengelendeng 1 orang yang besarnya 4x lipat eri (si gendut) dan tiketnya pun masih aku bawa. Terpaksa mereka berdua naik dibelakang bus kami. Setelah ketemu tak dapat dibayangkan bagaimana reaksi Eri saat mengelendeng temen satunya lalu kita tertawa mengelagar lagi dan ini jadi bahan obrolan yang menarik.
Setiba di Patung Budha ku jumpai kerbau dan tangga naik yang tinggi untuk mencapai Patung tersebut ini gambarnya
Usai manjat tebing yang kira-kira 500 tangga, tibalah saatnya untuk mengisi perut yang keroncongan. Tidak ada makanan berjenis hewani (daging) ditempat tersebut adanya cuma makanan dari tumbuh-tumbuhan. ketika melihat makanan hanya gitu gitu aja (emi dan makanan tea time) terpaksa kami putuskan untuk masuk restoran. Dengan gembiranya langsung nylonong ke dalam restoran dengan kompak tiba-tiba ditegur oleh pelayan.
“ sudah daftar makan, berapa orang?”tanyanya. lalu dijawab dengan lantang oleh kawan yang di depan “enam belas”.
Ketika diminta kertas ternyata kita tidak punya dan harus mendaftar dulu di bagian kasir yang tempatnya terpisah, ternyata per orang itu biayanya $78 lalu kita mundur untuk kembali ke makanan yang tadi di bilang giru-gitu aja.
Setelah kenyang kami pindah tempat menuju Pantai Nelayan di Tai O


Hahaha, ngo tei em lucky gk ketemu dolpin
ReplyDeletesekarang sudaj aktif lagi cablecar e mbak fera
ReplyDelete